Iran Serang Basis Milier AS di Kuwait, Perang Timur Tengah Makin Panas

Rita Uli Hutapea - detikBali
Jumat, 31 Jul 2026 15:39 WIB
Ilustrasi perang Timur Tengah. (Foto: Truth Social/@realDonaldTrump via New York Post)
Denpasar -

Situasi di Timur Tengah makin panas setelah Iran mengonfirmasi telah melancarkan serangan ke fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait. Serangan ini dilancarkan setelah jeda hampir sepekan..

Dalam sebuah pernyataan, militer Iran mengatakan mereka menargetkan tempat perlindungan pesawat tempur, sistem komunikasi satelit, dan fasilitas penyimpanan peralatan di Pangkalan Udara Ahmad al-Jaber di Kuwait.

Sejauh ini belum ada komentar langsung dari Komando Pusat AS (CENTCOM).

Dilansir detikNews, Jumat (31/7/2026), militer Iran mengatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas agresi baru-baru ini oleh militer AS yang teroris terhadap negara kami dan serangan brutalnya terhadap sebuah rumah tinggal di Pulau Qeshm.

Sebelumnya, media lokal Iran melaporkan pada hari Kamis (30/7) bahwa tiga anggota keluarga tewas dalam serangan AS di Pulau Qeshm di Selat Hormuz, jalur perairan yang penting untuk perdagangan minyak dan gas global.

Jalur perdagangan tersebut biasanya mengangkut sekitar 20 persen pengiriman minyak global dan telah ditutup secara efektif oleh Iran sejak pecahnya perang pada 28 Februari.

AS telah melakukan serangan berulang kali terhadap provinsi-provinsi pesisir selatan Iran dalam upaya melemahkan kendali Teheran atas Selat Hormuz.

Serangan drone Iran ke Kuwait ini terjadi setelah serangan rudal Iran pada hari Kamis (30/7) pagi menghantam sebuah gedung milik perusahaan China di Kuwait utara, menewaskan seorang pekerja.

Dalam sebuah unggahan di media sosial X, Kementerian Pertahanan Kuwait mengatakan bahwa serangan rudal Iran itu menimbulkan kerusakan signifikan pada gedung tersebut.

"Agresi keji Iran menargetkan sebuah gedung milik perusahaan China di bagian utara negara, mengakibatkan kematian seorang pekerja dan menyebabkan kerusakan material yang parah pada bangunan tersebut," demikian bunyi pernyataan yang diterbitkan oleh Kementerian Pertahanan Kuwait.

Angkatan bersenjata Kuwait menegaskan kembali komitmen mereka untuk melindungi kedaulatan dan keamanan negara, dalam koordinasi dengan pihak berwenang terkait, untuk memastikan keselamatan warga negara dan penduduk.

Kuwait termasuk di antara beberapa negara Teluk bersama Yordania yang telah menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran sejak awal perang Timur Tengah.

Konflik kembali memanas pada Rabu (29/7) ketika militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan terbaru mereka terhadap Iran. Serangan itu berlangsung selama dua jam dan menghantam puluhan target di Iran. Washington menyebut serangan terbaru itu sebagai respons yang kuat terhadap rudal-rudal Iran yang diluncurkan ke arah pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.



Simak Video " Video Puing-puing Terbakar di Kuwait, Diduga dari Rudal Iran"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork