Kunjungan wisatawan Timur Tengah meningkat dari 4.640 orang pada April menjadi 9.817 orang pada Mei 2026. Peningkatan kunjungan turis Timur Tengah ini sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali.
Secara persentase, peningkatan kunjungan turis Timur Tengah ke Bali dari April ke Mei 2026 mencapai 111,57%. Peningkatan ini didorong oleh bertambahnya wisatawan asal Arab Saudi dan Mesir.
Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, mengatakan lonjakan ini terjadi kemungkinan dipengaruhi pulihnya penerbangan dari kawasan Timur Tengah. Penerbangan di kawasan itu sebelumnya terdampak konflik geopolitik.
"Ya karena kemarin di bulan lalu kan hampir nggak ada memang penerbangannya. Mungkin itu ya, karena pas ada konflik. Memang sekarang mungkin sudah agak baik," ujar Hendrayana, Rabu (1/7/2026).
Agus menjelaskan konflik di Timur Tengah sempat menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan sehingga berdampak pada penurunan jumlah wisatawan pada bulan sebelumnya.
Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada Mei 2026 menunjukkan tren positif, yakni naik 4,50% dibandingkan April 2026. Namun, secara tahunan atau year-on-year (yoy), jumlah kunjungan masih lebih rendah 3,98% dibandingkan Mei 2025.
"Secara month to month dia udah naik. Secara year on year memang masih lebih rendah sekarang, nggih. Kalau bulan lalu itu kan mulai adanya konflik di Timur Tengah. Itu ada cancel flight beberapa, kemudian dia turun (jumlah kunjungannya). Tetapi, harapannya ke depan sih enggak turun," terang Hendrayana.
Simak Video "Video: Bahlil Pastikan RI Punya Alternatif Impor Minyak-LPG Selain dari Timur Tengah"
(hsa/hsa)