Wakil Bupati (Wabup) Tabanan, I Made Dirga, menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang mengusung tema nasional "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Upacara yang dirangkaikan dengan pembukaan Bulan Bung Karno VIII 2026 itu berlangsung di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Senin (1/6/2026).
Wabup Dirga dalam kesempatan itu membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Indonesia. Amanat itu menegaskan peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam jiwa seluruh rakyat Indonesia.
Menurut amanat yang dibacakan, tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" menegaskan nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sementara nilai musyawarah dan mufakat menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.
Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi Indonesia dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah, merupakan pengejawantahan sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
"Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian, bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia," demikian petikan amanat yang dibacakan Wabup Dirga.
Amanat juga menegaskan Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan. Karena itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda sebagai penjaga masa depan, diajak menjadikan Pancasila sebagai living ideologi.
"Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," ujar Dirga.
Dirga juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiositas, semangat persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
"Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai," tegas Dirga.
Simak Video "Video: Komandan Upacara Hari Lahir Pancasila Diminta Menghadap Prabowo"
(hsa/hsa)