Sebagian orang kerap kesulitan membedakan rasa nyeri dada akibat GERD (gastroesophageal reflux disease) dan serangan jantung yang mematikan. Sebab, kedua penyakit ini memang sama-sama memiliki gejala nyeri dada yang mirip.
Dilansir dari detikHealth, nyeri dada akibat GERD dan serangan jantung memiliki beberapa perbedaan. Adapun, serangan jantung klasik melibatkan nyeri dada yang tiba-tiba dan hebat serta kesulitan bernapas. Hal ini terjadi sering kali dipicu oleh aktivitas fisik.
Kendati demikian, tanda dan gejala serangan jantung setiap orang bisa bervariasi. Rasa panas di dada bisa menyertai gejala serangan jantung lainnya.
Gejala umum dari serangan jantung meliputi tekanan, rasa sesak atau sensasi meremas atau pegal di dada atau lengan yang bisa menyebar ke leher, rahang, atau punggung. Ada pula gejala mual, gangguan pencernaan, nyeri ulu hati, atau sakit perut. Kemudian sesak napas, keringat dingin, kelelahan, hingga pusing atau kepala terasa ringan secara tiba-tiba.
Sementara itu, nyeri dada akibat GERD cenderung terasa seperti sensasi menusuk atau terbakar yang menyakitkan di tengah dada tepat di belakang tulang dada atau di bawah tulang dada. Sensasi terbakar di dada cenderung tetap terlokalisir alias tidak menyebar ke area lain. Gejala lainnya meliputi nyeri atau sulit menelan, kembung, bersendawa atau cegukan, bau mulut, sakit atau iritasi tenggorokan, hingga rasa tidak enak atau asam di mulut.
Simak Video "Video Pesan Internis Jika Punya GERD Tapi Mau Banget Makan Opor sama Rendang"
(iws/iws)