Internasional

Makin Dekat Deadline Ultimatum Trump untuk Bumihanguskan Iran

Tim detikNews - detikBali
Selasa, 07 Apr 2026 09:53 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Denpasar -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana membumihanguskan Iran, termasuk seluruh situs sipilnya menjelang ultimatum pembukaan Selat Hormuz. Trump mengancam akan meluluhlantakkan Iran hanya dalam kurun empat jam. Deadline terkait ultimatum Trump itu semakin dekat.

Dilansir dari detikNews pada Selasa (7/4/2026), Trump mengatakan AS memiliki rencana untuk menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik Iran. Ia menyebut rencana penghancuran total situs sipil Iran itu terjadi pada tengah malam pada Rabu waktu setempat atau empat jam setelah tenggat waktu yang ia tetapkan untuk mencapai kesepakatan tentang pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya.

"Kami memiliki rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur pada pukul 12 tengah malam besok (7 April), di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi - terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi, maksud saya penghancuran total - pada pukul 12 tengah malam," kata Trump.

"Dan itu akan terjadi dalam kurun waktu empat jam jika kita menginginkannya. Kita tidak ingin itu terjadi," imbuhnya.

Diketahui, Trump sebelumnya juga sempat mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran pada 21 Maret. Ketika itu, Trump memberi tenggat waktu 48 jam bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz.

Namun, dua hari kemudian, Trump mengatakan sedang melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif dengan otoritas Iran. Dia lantas menunda serangan terhadap pembangkit listrik selama lima hari. Ia kemudian kembali menunda tenggat waktu tersebut, hingga berakhir pada pukul 20.00 Senin (00.00 GMT Selasa) mendatang.

Pernyataan terbaru, Trump mengatakan bahwa Iran dapat dihancurkan dalam semalam. Trump memperingatkan Teheran bahwa mereka harus membuat kesepakatan pada Selasa (7/4) malam atau menghadapi serangan bom yang lebih luas.

"Seluruh negara itu dapat dihancurkan dalam semalam, dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump dalam konferensi pers Gedung Putih, dilansir kantor berita AFP, Selasa.

"Saya harap saya tidak perlu melakukannya," kata Trump.

Para kritikus mengatakan Trump akan melakukan kejahatan perang jika AS menyerang pembangkit listrik sipil, sebuah poin yang dibantah Trump pada hari Senin (6/4) waktu setempat.

"Saya tidak khawatir tentang itu. Tahukah Anda apa itu kejahatan perang? Memiliki senjata nuklir," kata Trump.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: AS-Iran Perang Lagi, Piala Dunia Terakhir Ronaldo"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork