Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gianyar diprediksi menurun pada Mei 2026. Hal itu disebabkan pembatalan penerbangan dari luar negeri ke Bali yang mulai terjadi pada April 2026 imbas perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
"Pembatalan keberangkatan (turis asing) dari Eropa menuju Bali itu adanya bulan April 2026. Tapi akan berpengaruh, karena kalau April tidak datang (turis asingnya) pendapatan tidak ada," kata Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra seusai rapat paripurna di kantor DPRD Gianyar, Selasa (10/3/2026).
Mahayastra mengatakan meski diprediksi ada penurunan PAD di sektor wisata, situasinya tidak parah. Berbeda dengan situasi saat wabah COVID-19 melanda Bali enam tahun lalu.
Karenanya, belum ada rencana untuk melakukan relokasi atau refocusing anggaran program Pemerintah Kabupaten Gianyar. "Berbeda dengan jaman COVID-19, karena seluruh dunia lockdown," kata Mahayastra.
Mahayastra menyebut kondisi PAD di Gianyar saat ini masih stabil. Masih ada peningkatan PAD sejak Januari 2026 hingga kini.
PAD dari pajak hotel dan restoran saja, ada peningkatan sebesar Rp 2 miliar. Dari Rp 102 miliar pada Januari 2025, meningkat jadi Rp 104 miliar pada Januari 2026.
PAD dari retribusi wisata juga ada besaran peningkatan yang sama. PAD retribusi pada Februari 2025 sebesar Rp 114 miliar. Meningkat menjadi Rp 116 pada Februari 2026.
"Bulan Maret, trennya (peningkatan PAD) masih bagus hingga kini," katanya.
Di sisi lain, Mahayastra memastikan kondisi warga Gianyar yang sedang bekerja di beberapa negara Arab masih aman. Tidak ada yang bermasalah.
"Termasuk di Timur Tengah. Belum ada (warga Gianyar) yang jadi korban," kata Mahayastra.
Meski masih dalam kondisi aman, Mahayastra mengaku belum memulangkan mereka. Pemulangan semua warga Indonesia di kawasan timur tengah merupakan kewenangan pemerintah pusat.
"Evakuasi itu urusan pemerintah pusat," katanya.
Simak Video "Video Krusialnya Selat Hormuz: Kalau Terus 'Panas', Harga Minyak Bisa Ngegas"
(nor/nor)