Sebanyak 16 ribu alat penerangan jalan (APJ) di Denpasar, Bali, bakal diganti secara serentak. APJ saat ini akan diganti menggunakan light emitting diode (LED) karena konsumsi daya 30% lebih rendah, tetapi memiliki pencahayaan yang lebih terang.
"Jadi ada 16 ribu lampu, sedangkan lampu di Denpasar itu ada 20 ribu-an. Nah, nanti lampu-lampu baru yang dipasang sekarang akan bergeser ke wilayah yang tidak tercantum dalam titik 16 ribu, termasuk pengembangan-pengembangan," terang Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Denpasar, I Dewa Ketut Adi Pradnyana, Kamis (5/2/2026).
Dinas Perhubungan (Dishub) Denpasar mengganti belasan ribu APJ itu menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Skema ini berlandaskan Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Permen PPN/Bappenas Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan KPBU dalam Penyediaan Infrastruktur.
Dewa Adi menuturkan penggantian 16 ribu APJ di Denpasar ini melalui proses yang panjang karena melibatkan investor dari Tanah Air dan berbagai negara. Meski demikian, perencanaan diperkirakan selesai pada 2026.
Proyek saat ini memasuki tahap perencanaan di simpul Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) berupa finalisasi dokumen studi kelayakan. "Studi kelayakan itu menganalisis baik dari segi teknis, finansial, regulasi, dan asas kebermanfaatannya," jelas Dewa Adi.
Proyek ini, tutur Dewa Adi, dicanangkan menggunakan model availability payment (AP). Pemerintah akan membayar badan usaha secara berkala setelah infrastruktur beroperasi. "Mereka mengganti, nanti kami bayar per tahun, AP namanya," terang Dewa Adi.
Simak Video "Video: Diduga Sakit Hati Sering Diganggu, 5 Pria di Bali Keroyok dan Bakar Teman"
(hsa/hsa)