Viral Buku Broken Strings, Ini Bahaya dan Cara Mengenali Pelaku Grooming Anak

Tim detikHealth - detikBali
Selasa, 13 Jan 2026 09:24 WIB
Aurelie Moeremans. (Foto: Instagram @aurelie)
Denpasar -

Aktris Aurelie Moeremans mengejutkan publik lewat buku terbarunya berjudul Broken Strings. Dalam memoar itu, Aurelie mengungkap pengalaman pahitnya menjadi korban grooming saat masih berusia 15 tahun.

Pengakuan tersebut bukan hanya membuka luka pribadi, tetapi juga memperluas kesadaran publik tentang bahaya relasi kuasa antara orang dewasa dan anak.

Istilah grooming mungkin belum akrab bagi sebagian orang. Padahal, praktik ini menyimpan dampak serius karena melibatkan ketimpangan kekuasaan antara pihak dewasa dan anak di bawah umur.

Psikolog klinis Arnold Lukito menjelaskan bahwa batas utama dalam grooming adalah adanya hubungan romantik yang melibatkan anak di bawah 18 tahun.

Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans Foto: Instagram @aurelie

"Jadi berarti usia dewasa yang punya hubungan romantik dengan usia anak. Jadi proses grooming ini kita spesifik mengacu kalau ada sebuah periode waktu di mana ada interaksi, ini bisa orang yang dikenal, bisa orang yang tidak dikenal," kata Arnold , dilansir dari detikHealth, Selasa (13/1/2026).

Menurut Arnold, grooming berlangsung melalui tahapan bertahap. Prosesnya sering dimulai dari manipulasi yang tampak manis, seperti memberi hadiah atau mengajak jalan-jalan, sebelum berkembang menjadi kontrol yang lebih kuat.

"Lalu ada proses manipulasi misalnya dengan memberikan hadiah atau ajak jalan-jalan seperti itu, lama-lama kan mulai ada kontrol. Mulai pegang-pegang bagian tertentu, mulai ada kontak fisik yang tidak senonoh," paparnya.

Simak Video "Video Top 5: Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi hingga Child Grooming di RI"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork