Kesimpulan Penyebab Kematian Keluarga Kalideres: Bukan Penganut Sekte

Tim detikNews - detikBali
Sabtu, 10 Des 2022 07:49 WIB
Kondisi TKP sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat. (Foto: Dok.detikcom)
Bali -

Misteri penyebab kematian 4 orang satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, terungkap sudah setelah rangkaian penyelidikan selama 1 bulan. Pihak kepolisian akhirnya menarik kesimpulan tentang penyebab kematian sekeluarga tersebut.

Dilansir dari detikNews, berbagai spekulasi sempat muncul terkait kematian keempat orang satu keluarga di Kalideres. Termasuk spekulasi bahwa keluarga tersebut menganut sekte. Namun, spekulasi tersebut terpatahkan. Polisi menyimpulkan sekeluarga itu meninggal secara wajar dan tidak ditemukan pidana dalam kasus tersebut.

Sebagai informasi, keempat mayat sekeluarga tersebut ditemukan pada tanggal 10 November 2022. Masing-masing ayah Rudyanto Gunawan (71), ibu Renny Margaretha (68), paman Budyanto Gunawan (68), dan anak Dian Febbyana (42).

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan kematian satu keluarga Kalideres ini tergolong kasus rumit. Sejumlah ahli turut dilibatkan untuk mengusut kematian mereka. Tim ahli pun memerlukan waktu untuk meneliti setiap barang bukti yang ditemukan dalam penyidikan ini.

"Mengapa butuh waktu yang lama? Karena kita memang butuh kehati-hatian dan ketelitian karena memang scientific crime investigation membutuhkan analisis yang cermat dan bukti-bukti yang tersedia. Proses ini melibatkan pengumpulan dan analisis investigasi data secara langsung. Karena penyelidikan ini melalui metode ilmiah maka harus melalui proses verifikasi yang ketat," terang Hengki di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Bukan Penganut Sekte

Spekulasi bahwa keluarga Kalideres menganut sekte tertentu akhirnya terpatahkan. Pakar sosiolog agama, Jamhari MA memastikan keluarga ini bukan penganut sekte.

"Kesimpulan saya mereka bukan penganut sekte, apalagi apokaliptik. Mereka orang normal yang bisa meninggal secara wajar karena penyakit dan yang lain-lain," kata Jamhari dalam jumpa pers di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (9/12).

Dari sudut ilmu Sosiologi, Jamhari membeberkan beberapa temuannya. Pertama, fakta bahwa keluarga ini sangat tertutup dan mengisolasi diri di rumah. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, keluarga ini cenderung tertutup, terlebih dengan adanya pandemi COVID-19 membuat orang cenderung mengisolasi diri di rumah.

Fakta kedua, memang ditemukan beberapa buku agama yang mungkin dibaca atau sedang dibaca atau sedang digeluti keluarga ini. Ada buku-buku dari agama Kristen, agama Islam, juga agama Buddha. Namun, buku-buku tersebut dianggap tidak aneh.

"Setelah dilihat dan dibaca, buku ini tidak ada yang aneh, tidak ada yang istimewa, karena buku-buku tersebut buku-buku biasa yang bisa ditemukan dan bisa dibeli di umum," jelasnya.

Halaman berikutnya: Riwayat Penyakit Keluarga Kalideres.



Simak Video "Video: Puncak Mudik Lebaran, Anggota DPRD DKI Sidak ke Terminal Kalideres"

(iws/dpra)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork