Presiden AS Donald Trump hendak dimakzulkan sejumlah politisi. Pasalnya, dia memerintahkan pengeboman ke Iran tanpa mendapat persetujuan resmi Kongres AS.
AS dilaporkan membangun pangkalan militer baru di Kobani, Suriah. Trump geram akan divonis oleh hakim New York dalam kasus uang tutup mulut sebelum pelantikan.
Tim kuasa hukum Presiden Korsel Yoon Suk Yeol, yang berstatus nonaktif setelah dimakzulkan parlemen, mengklaim kliennya memiliki kekebalan dari penuntutan.
Trump memilih loyalisnya dan pendukung kebijakan imigrasi garis keras untuk mengisi posisi di pemerintahannya. Nama-nama di antaranya adalah ajudan lamanya.