Israel mengesahkan undang-undang untuk mengganti nama Tepi Barat menjadi Yudea dan Samaria, mencerminkan hak historis Yahudi. Palestina mengecam langkah ini.
Parlemen Israel menyetujui rancangan RUU untuk mengganti sebutan Tepi Barat dengan Yudea dan Samaria. Otoritas Palestina mengecam keras langkah tersebut.
Setelah Presiden Donald Trump mengubah nama Teluk Meksiko jadi Teluk Amerika, sekarang giliran Israel yang mau mengubah nama Tepi Barat jadi Yudea dan Samaria.
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, berjanji untuk menghentikan tindak kekerasan oleh pemukim Yahudi di Tepi Barat.
AS mengonfirmasi kematian seorang warganya di Tepi Barat. Pihak keluarga dan pejabat Palestina mengaitkan kematian warga AS itu dengan aksi pemukim Israel.
Dua menteri kontroversial Israel mendesak pencaplokan Tepi Barat setelah Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal secara resmi mengakui negara Palestina.
Sekelompok negara Arab dan negara-negara lainnya, termasuk Indonesia, mengutuk persetujuan parlemen Israel untuk penerapan "kedaulatan Israel" atas Tepi Barat.