Barcelona diunggulkan dalam laga El Clasico yang bakal digelar akhir pekan ini. Pelatih Real Madrid Jose Mourinho tak mempermasalahkan opini tersebut.
Dilansir detikSport, duel Barcelona vs Real Madrid musim ini di Liga Spanyol akan digelar di Camp Nou pada Senin (26/10) pukul 03.00 WIB. Barcelona kini dalam performa oke dengan meraih 11 kemenangan dalam 12 laga di seluruh ajang dan bahkan sudah mencetak 50 gol alias sekitar empat gol per laga.
Sementara Madrid juga sedang dalam tren positif usai menang terus dalam empat laga beruntun. Namun performa mereka tak selalu meyakinkan.
Meski sesekali menang besar, ada kalanya mereka harus pontang-panting hingga akhir laga untuk bisa mengunci tiga poin. Hal itu terjadi seperti melawan Espanyol, Elche, dan Villarreal.
Sehingga tak heran bila Barcelona lebih diunggulkan dalam laga ini, terlebih mereka adalah juara bertahan yang tampil stabil dan konsisten dalam dua tahun terakhir. Sedangkan Madrid tengah membangun ulang tim di bawah asuhan Mourinho setelah puasa gelar mayor dalam dua tahun terakhir.
Namun pelatih asal Portugal itu tak mau ambil pusing.
"Jika sepekan lalu orang-orang berpikir kami akan babak belur dihajar Barça, mereka pasti masih berpikir demikian (saat ini). Fakta bahwa orang-orang memuji Barcelona setinggi langit tak memengaruhi saya," ujarnya, dikutip ESPN.
"Ada momen-momen yang patut dipuji karena mereka melakukan hal-hal yang sangat baik. Dalam kasus kami, kami dianggap sebagai tim yang sudah matang... padahal kami belum sampai ke tahap itu sama sekali."
"Kami masih jauh dari kata matang. Kami berada di tahap awal, fase di mana pelatih sedang mengenal skuad, menganalisis berbagai hal, dan menentukan arah langkah kami. Menurut saya, tidak adil membandingkan tim yang berada di tahap perkembangan seperti ini dengan tim yang sudah bersama-sama selama dua atau tiga tahun," jelasnya.
Secara jujur Mourinho mengakui kualitas para pemain Barcelona, terutama Lamine Yamal. Namun ia menegaskan takkan ada perlakuan khusus untuk pemuda fenomenal itu.
"Mereka semua adalah pemain yang bagus. Dia (Yamal) pemain hebat, dan pemain hebat layak dihormati. Namun, ada perbedaan antara menunjukkan rasa hormat dengan mengubah rencana, struktur, atau melupakan identitas sendiri. Kami tidak akan melakukan itu untuk dia maupun lawan lainnya," tegas Mourinho.
Baca selengkapnya di sini
Simak Video "Video Mourinho: Malam yang Fantastis!"
(mjy/mjy)