Ada teknik unik dalam penyajian dirty latte di Medan. Bukan hanya soal racikan kopi dan susu, minuman ini disajikan menggunakan gelas kaca yang dibekukan hingga suhu -86°C.
Owner Fred Brew Coffee House, Fred mengatakan teknik -86°C itu pertama kali ia temui saat berada di Shanghai. "Sebetulnya ini metode -86°C, saya pertama kali mencoba itu di Shanghai. Memang pertama-tama itu -86°C coffee ini dari Shanghai," kata Fred, Senin (5/10/2026)
Menurutnya, kunci dari teknik tersebut berada pada penggunaan kulkas khusus bersuhu -86°C. Kulkas yang digunakan bukan kulkas pembeku biasa, melainkan jenis kulkas medis yang mampu mencapai suhu ekstrem tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya kulkas medis. Karena orang sana itu idenya lucu-lucu, jadi diciptakanlah itu kulkas -86°C yang versi lebih besar. Memang ada, dia betulan minus 86°C," jelasnya.
Gelas yang digunakan pun tidak bisa sembarangan. Fred menyebut, gelas wajib berbahan kaca dan harus dimasukkan ke dalam kulkas selama sekitar 12 jam agar pembekuannya maksimal.
Setelah gelas beku, susu dituangkan terlebih dahulu hingga membentuk lapisan dingin di bagian bawah. Kemudian espresso yang masih hangat dituangkan di atasnya. Kondisi ini membuat bagian bawah minuman menjadi beku, sementara kopi tetap berada dalam kondisi hangat.
Uniknya, minuman tersebut tidak dianjurkan untuk diaduk. Pelanggan justru diminta menikmatinya secara perlahan agar dapat merasakan perubahan sensasi dari hangat hingga dingin.
"Kopi kan kita buat panas, atau hangat. Jadi kita tuang di atasnya, nanti pelan-pelan minum sensasinya dari hangat sampai dingin, sampai jadi es. Jadi enggak ada tuh dirty latte itu diaduk," kata Fred.
Ada pula batas waktu dalam menikmati minuman tersebut. Fred menyarankan pelanggan menghabiskan minuman dalam waktu sekitar 40 detik setelah disajikan. Namun, bukan berarti kopi harus diminum terburu-buru.
Batas waktu tersebut berkaitan dengan tekstur es di bagian bawah. Jika terlalu lama, es yang terbentuk akan mencair sehingga sensasi yang menjadi ciri khas minuman tersebut berkurang.
Untuk menjaga teknik tersebut tetap berjalan, stok gelas juga harus diperhitungkan. Gelas yang telah digunakan tidak bisa langsung dicuci dan dimasukkan kembali ke dalam kulkas untuk digunakan pada hari yang sama karena membutuhkan waktu sekitar 12 jam untuk kembali membeku.
Fred mengatakan teknik -86°C tersebut sengaja dibawa ke Medan agar masyarakat bisa mendapatkan pengalaman baru dalam menikmati kopi tanpa harus pergi ke luar negeri.
"Supaya warga Medan bisa mencoba sensasi baru dalam minum dirty latte," pungkasnya.
Artikel ini ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom
