Kompolnas Cek TKP Eks Istri Polisi Tewas di Medan, Temui Keluarga Brigadir I

Kompolnas Cek TKP Eks Istri Polisi Tewas di Medan, Temui Keluarga Brigadir I

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 23 Sep 2026 22:04 WIB
Komisioner Kompolnas Choirul Anam saat konferensi pers (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Foto: Komisioner Kompolnas Choirul Anam saat konferensi pers (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turun ke Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) untuk mendalami soal kematian mantan istri Brigadir I, Winda Lorenza Gowasa. Kompolnas telah turun ke lokasi kejadian dan menemui keluarga Brigadir I.

Untuk diketahui, Kompolnas sebelumnya juga telah menemui keluarga Winda untuk menggali informasi, pada Selasa (22/9/2026).

"Kami juga datang ke keluarga I, termasuk ke TKP-nya (rumah Brigadir I). Kami lihat langsung TKP-nya, mengecek apa yang terjadi di sana dan sebagainya," kata Komisioner Kompolnas M Choirul Anam saat konferensi pers di Polrestabes Medan, Rabu (23/9).

Setelah itu, Kompolnas juga melakukan pendalaman ke Polrestabes Medan selaku pihak yang menyelidiki peristiwa tersebut. Kompolnas juga mengecek sejumlah hal, mulai dari CCTV, hingga rekam jejak digital, termasuk komunikasi antara Winda dengan keluarga I.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara substansi, dengan melihat bagaimana persesuaian antara komunikasi satu dengan yang lain. Komunikasi I dengan almarhum (Winda), I dengan keluarga almarhum, atau almarhum berkomunikasi dengan keluarganya I. Sepanjang itu terus komunikasi yang terekam rekam jejak digital, ya itu menjadi sesuatu yang membuat peristiwanya terang benderang," jelasnya.

Polisi Serahkan Hasil Audit Kematian ke Kompolnas

Tim Itwasda Polda Sumut melakukan audit investigasi terkait kematian Winda Lorenza Gowasa. Kini, polisi telah menyerahkan hasil audit itu ke Kompolnas.

ADVERTISEMENT

Irwasda Polda Sumut Kombes Nanang Masbudhi mengatakan tim audit itu dibentuk pada 7 Agustus 2026 atas arahan Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto. Tim ini melibatkan sejumlah pihak eksternal, yakni Kanwil KemenHAM, LBH Medan, dan Ombudsman Perwakilan Sumut.

"Dasar pelaksanaan perintah audit ini dari Bapak Kapolda dengan pelaksanaan gabungan antara eksternal dan internal, di mana internal Polda adalah Itwasda Polda Sumut," kata Nanang, saat konferensi pers.

Nanang menjelaskan bahwa Kapolda Sumut awalnya menargetkan proses audit itu selama dua bulan. Kini, audit itu telah selesai dilakukan.

Nanang menyebut objek audit ini meliputi beberapa pihak, di antaranya penyidik Satreskrim Polrestabes Medan, penyidik Ditreskrimum Polda Sumut, kedokteran forensik, laboratorium forensik, keluarga Winda dan keluarga Brigadir I.

Audit ini dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari wawancara berbagai pihak, pemeriksaan digital, penelitian hasil proses scientific crime investigation maupun alat bukti yang dikumpulkan oleh para penyidik. Nanang menyebut hasil audit itu diserahkan ke Kompolnas.

"Hasil daripada audit yang merupakan rekomendasi dari pihak eksternal dan dari internal kita, rekomendasi-rekomendasi tersebut kita kumpulkan. Lalu, kami sampaikan kepada pihak Kompolnas untuk sebagai bahan dari beliau untuk memperdalam klarifikasi terhadap peristiwa-peristiwa tersebut," jelasnya.

Namun, Nanang enggan memerinci hasil audit yang dilakukan pihaknya. Nanang meminta agar fokus untuk menjaga psikologis anak Winda.

"Tanpa perlu membebani rincian teknis yang rumit untuk menjaga psikologis perkembangan jiwa anak dari korban yang masih anak-anak tersebut," pungkasnya.



(fnr/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads