Status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), naik menjadi Level III (Siaga) dari sebelumnya Level II (Waspada). Peningkatan status dilakukan karena Gunung Sinabung yang terus erupsi.
Berdasarkan pengamatan Gunung Api Sinabung pada Jumat (4/9) periode pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, secara visual teramati asap kawah utama berwarna putih tebal dengan ketinggian sekitar 300 hingga 500 meter dari atas puncak.
"Pada periode pengamatan tersebut tidak tercatat adanya kegempaan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu (5/9/2026) dikutip detikNews.
Catatan BNPB, erupsi terjadi pada 31 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Erupsi menghasilkan ketinggian kolom abu sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung kemudian mengalami peningkatan sehingga tingkat aktivitas dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB," lanjut dia.
Aktivitas vulkanik ini dirasakan dampaknya di sejumlah wilayah, khususnya Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat serta Desa Payung di Kecamatan Payung. Warga Desa Kuta Tengah untuk sementara telah diarahkan mengungsi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi serta tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung dan radius sektoral 6 kilometer ke arah selatan-tenggara. Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.
"Hingga Jumat (4/9), tercatat sekitar 208 kepala keluarga atau 650 jiwa berada dalam pendataan sebagai pengungsi. Sementara itu, kurang lebih 405 jiwa masih berada di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran. Pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran data untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara tepat," jelasnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta mendukung upaya penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama bagi warga yang berada di wilayah rawan terdampak aktivitas erupsi.
Simak Video "Video: Nasib Warga Sekitar Gunung Sinabung Pasca Erupsi"
(astj/astj)