Sosok mantan Kapolres Tapsel Yasir Ahmadi, mengaku berutang budi kepada terpidana korupsi jalan di Sumut. Hal tersebut diungkapkan dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.
Dalam persidangan, Yasir menjelaskan soal kedekatannya dengan Akhirun. Selaku Kapolres, Yasir mengatakan bertanggung jawab terhadap kelancaran lalu lintas di Batu Jomba, Tapsel dan Akhirun sering melakukan penimbunan jalan di lokasi tersebut. Sehingga Yasir mengaku berutang budi dengan Akhirun.
"Kami kalau jaga 24 jam jalan itu nggak kuat, ketika material batu runtuh, longsor dan kecelakaan, kami sering minta tolong ke pak Kirun untuk memperbaikinya. Saya berutang budi kepada pak Kirun, beliau sering membersihkan material jalan tanpa dibayar negara hingga sekarang," ucap Yasir, Jumat (23/1/2026) lalu.
Selain itu, AKBP Yasir juga mengaku Akhirun pernah mengurus galian C yang letaknya di Batang Toru.
"Kirun ngurus galian C, tapi nama perusahaannya aku tidak ingat. Letaknya di Batang Toru. Saya nggak tau nama PT-nya. Setiap pertemuan di kafe yang melakukan payment saya, tapi kalau pertemuan di Grand Aston saya nggak tau," tutupnya.
Informasi yang dihimpun tim detikSumut, sosok AKBP Yasir Ahmadi adalah figur yang menarik perhatian publik, terutama setelah namanya disebut dalam pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi proyek jalan di Tapanuli Bagian Selatan, Sumut.
AKBP Yasir termasuk salah satu dari 26 saksi yang diperiksa dan dihadirkan di persidangan. Sebagai mantan Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yasir dikenal dekat dengan Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Topan Ginting.
Selain itu, AKBP Yasir kerap mendampingi keduanya dalam kunjungan ke daerah, termasuk dalam kegiatan offroad. Kedekatan itu disebut-sebut sudah terjalin sejak Pilkada 2024.
Untuk diketahui, AKBP Yasir Ahmad merupakan kelahiran Kota Padangsidimpuan, pada 25 November 1983. Karier Yasir di kepolisian dimulai setelah lulus dari SMU 2 Plus Matauli Sibolga pada tahun 2002.
Yasir memiliki citra positif sebagai polisi santri, ia dikenal fasih berbahasa Arab serta pintar mengaji. Hal tersebut dilatar belakangi sebagai alumni Pesantren Darul Mursyid menjadikannya panutan di kalangan santri.
Tak hanya itu, ia juga merupakan anak dari almarhum H. Ahmad Syaukani, mantan Ketua MUI Padangsidimpuan dan Farida Hanum Matondang, aktivis pengajian dan pengurus majelis taklim.
Simak Video "Video Eks Kadis PUPR Sumut Divonis 5,5 Tahun Bui di Kasus Korupsi Jalan"
(afb/afb)