Lagu Batak dikenal memiliki lirik yang penuh makna dan dekat dengan kehidupan masyarakatnya. Salah satunya adalah lagu Pusuk Buhit yang menggambarkan kedekatan masyarakat Batak Toba dengan tanah asal dan warisan leluhurnya.
Pusuk Buhit sendiri merupakan sebuah gunung yang terletak di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Tempat ini memiliki makna penting bagi masyarakat Batak karena berkaitan erat dengan kisah asal-usul leluhur mereka.
Melalui lagu Pusuk Buhit, pendengar diajak mengenal makna tanah leluhur yang begitu berharga bagi masyarakat Batak Toba. Lagu ini juga menjadi salah satu cara untuk mengenang dan menjaga hubungan dengan akar budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut lirik dan terjemahan Lagu Batak Pusuk Buhit.
Asi mari ma hamu Badia ni daompung
(Kasihanilah kami dengan kemuliaanmu ya leleuhur kami)
Na umpago balik-hulu na sumuan bangun-bangun
(Yang menancapkan pedang bermata dua, yang menanam daun katuk)
Mula ni api martimpul ditano Sianjurmulana;
(Awal mula api berkobar dan asap mengepul di Tanah Sianjur Maulana)
Ompunta martua, 'Sidogor-dogor'
(Leluhur kita yang mulia, sidogor dogor)
Mula ni pulung-pulungan mula ni ubat-ubatan
(Yang menciptakan reramuan yang menciptakan Obat obatan)
Ubat-ubatan ni Boru Sibaso-bolon
(Obat obatan milik Boru Sibaso Bolon)
Asa ibana ma hape - tantan laho mijur
(Karena Dia lah yang dititiskan dan turun ke bumi)
Hoda laho tu langit
(Menunggang kuda menuju ke langit)
Mula ni patik dohot uhum
(Asal mula aturan dan hukum)
Hatubuan ni 'hariara sundung di langit'
(Tumbuh lah/lahirlah beringin menantang angkasa)
Ue ue ue
Ompunta martua, 'Sidogor-dogor'
(Leluhur kita yang mulia, sidogor dogor)
Mula ni pulung-pulungan mula ni ubat-ubatan
(Yang menciptakan reramuan yang menciptakan Obat obatan)
Ubat-ubatan ni Boru Sibaso-bolon
(Obat obatan milik Boru Sibaso Bolon)
Mula ni dungdang mula ni sahala
(Asal mula kekuatan dan kewibawaan)
Mula ni ampang si opat suhi
(Asal mula wadah dengan 4 sudut) menyebutkan tampi batak yang berbentuk segi 4
Solup si opat bale
(Takar dari empat penakar)
Parmasan si sampulu dua solup
(Ukuran yang berjumlah dua belas solup)
Asa ibana ma hape - tantan laho mijur
(Karena Dia lah yang dititiskan dan turun ke bumi)
Hoda laho tu langit
(Menunggang kuda menuju ke langit)
Mula ni patik dohot uhum
(Asal mula aturan dan hukum)
Hatubuan ni 'hariara sundung di langit'
(Tumbuh lah/lahirlah beringin menantang angkasa)
Na uja sandar - na uja sorang
(Yang elok telah menjelma, yang elok telah lahir)
Di rajanta Siraja Hatorusan,
(Pada raja kami, Siraja Hatorusan)
Na torus tu langit na torus tu Debata
(Yang menuju langit, yang menuju Tuhan)
Pasahat somba-iang tu Ompunta Mulajadi Nabolon
(Menghaturkan sembahyang kepada leluhur kita, Mulajadi Nabolon)
Asa ibana ma hape tantan laho mijur
(Karena Dia lah yang dititiskan dan turun ke bumi)
Hoda laho tu langit
(Menunggang kuda menuju ke langit)
Mula ni patik dohot uhum
(Asal mula aturan dan hukum)
Hatubuan ni 'hariara sundung di langit'
(Tumbuh lah/lahirlah beringin menantang angkasa)
Ue ue ue
Asi mari ma hamu Badia ni daompung
(Kasihanilah kami, wahai roh suci para leluhur)
Na umpago balik hulu na sumuan bangun bangun
(Yang lebih berharga dari balik hulu dan lebih harum dari bangun-bangun)
Mula ni api martimpul ditano Sianjurmulana
(Tempat asal mula api menyala di Tanah Sianjurmulana)
Lagu Pusuk Buhit bukan sekadar alunan musik, tetapi juga menyimpan makna mendalam tentang sejarah dan budaya Batak Toba. Yuk, dengarkan lagu ini dan rasakan pesan serta nilai budaya yang terkandung dalam setiap liriknya!
Artikel ini ditulis Tri Wahyuni br Tambunan, mahasiswa Unimed praktik kerja lapangan di detikSumut.
