Tari zapin merupakan salah satu warisan penting dalam khazanah kebudayaan Melayu. Tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi tari Zapin juga sebagai simbol identitas dan perjalanan sejarah masyarakatnya.
Dalam jurnal karya Nurhayati dkk. berjudul "Zapin dalam Putaran Waktu: Sejarah Perkembangan dan Variasi Tarian Melayu sebagai Simbol Kesenian Budaya Melayu", ditegaskan bahwa zapin memiliki kedudukan yang istimewa.
"Tari zapin merupakan salah satu peradaban Melayu yang memiliki nilai filosofis religius yang tinggi," tulisnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa zapin tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai spiritual dan pandangan hidup masyarakat Melayu.
Secara historis, zapin merupakan hasil akumulasi dua kebudayaan besar, yakni Melayu dan Arab. Tarian ini dibawa oleh para pedagang Arab yang berdagang di kawasan Selat Malaka pada awal abad ke-16.
Interaksi dagang sekaligus dakwah pada masa itu membuka ruang pertemuan budaya yang kemudian melahirkan bentuk seni baru. Zapin pun mengalami proses penyesuaian dengan adat, norma, dan cita rasa lokal Melayu.
Dalam jurnal tersebut disebutkan, "Akulturasi budaya yang saling mengisi sebagai simbol inklusivitas masyarakat Melayu terhadap budaya luar (Arab)."
Simak Video "Video Andira Siswa MTsN 2 Bandung, Pencinta Seni Tradisional di Era Modern"
(astj/astj)