Amoy kerap kali menjadi kata yang dipakai masyarakat umum untuk memanggil gadis muda dari etnis Tionghoa. Selain itu, rupanya kata Amoy juga melekat pada suatu lokasi yang menyimpan kisah mistis di Kabupaten Deli Serdang, yakni Tikungan Amoy.
Tikungan Amoy ini tepatnya berada di Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit. Bentuknya setengah oval sehingga menjadi tikungan tajam. Pengendara yang melewati jalur Medan ke Berastagi biasanya melintasi tikungan ini.
Kenapa Disebut Tikungan Amoy?
Saat tim detikSumut datang ke lokasi Tikungan Amoy, sekilas tak ada yang janggal dengan kondisi arus lalu lintas siang hari. Namun, suasana berbeda terjadi saat malam hari yang terkesan lebih seram.
Cerita yang beredar di kalangan masyarakat, Tikungan Amoy berangkat dari sebuah tragedi kecelakaan bus yang masuk jurang di wilayah itu pada tahun 1970-an. Kecelakaan tersebut menewaskan penumpang bus yang berisikan para gadis etnis Tionghoa.
Saat detikSumut mendatangi lokasi dan berbincang dengan warga sekitar, ternyata masih ada seorang wanita yang menjadi saksi mata kejadian tersebut. Ia bernama Supiah Suriati Sembiring.
Dia mengaku sempat berada di lokasi ketika peristiwa nahas itu terjadi. Kala itu Supiah masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dia menceritakan saat itu dirinya bersama sejumlah rekannya sedang berada di ladang.
"Waktu itu baru pulang sekolah lalu ke ladang. Pas kami lagi main-main, terdengar ada suara jeritan. Ya kami datang lah ramai-ramai ke atas. Sampai ada yang berlarian. Sempat dimarahi orang tua waktu itu, tapi, ya kami terobos juga," ungkap Supiah beberapa waktu yang lalu.
Ia menyebutkan suasana saat itu teramat mencekam. Kepanikan dan teriakan orang-orang sekitar begitu gamblang dilihatnya. Belum lagi, lokasi itu jauh dari perkotaan dan masih jarang penduduk.
"Seingat saya tidak banyak yang bisa selamat. Untuk bus, kalau tidak salah, Bus Budi atau Bus Setia. Karena itu bus dari Belawan katanya. Jadi antara itu. Karena penasaran, kami terobos masuk ke dalam dan mendekat. Saya lihat semua sudah hangus," ujarnya.
"Waktu kejadian itu tidak ada yang selamat. Habis terbakar semua. Nah, keesokan harinya, polisi ambil barang-barang yang masih tersisa di lokasi," lanjutnya.
Menurutnya, dari situ lah tikungan yang menyimpan peristiwa nahas itu diberi nama Tikungan Amoy. Karena seluruh gadis yang dikabarkan etnis Tionghoa tewas di dalam bus.
"Sesudah kejadian itu, asal kami ke ladang, ditanya orang mau kemana pasti kami jawab 'mau ke tempat amoy yang jatuh itu' itu awalnya," kata Supiah.
Baca selengkapnya di halaman berikut.....
Simak Video "Viral Kapolres Binjai Berlutut Minta Warga Tak Pukuli Pencuri Motor"
(afb/afb)