Bulog Copot 6 Pejabat Terlibat Oplos Beras SPHP

Aulia Damayanti - detikSumut
Kamis, 29 Okt 2026 17:01 WIB
Foto: Dok. Perum Bulog
Jakarta -

6 pejabat Bulog dicopot dicopot karena terlibat pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Adapun pejabat yang dicopot terdiri berasal dari pimpinan Kantor Wilayah Perum Bulog DKI Jakarta.

"Jadi atas petunjuk dari Pak Mentan dan Direksi, Rapat Direksi, jadi kami putuskan ada 6 orang yang dinonaktifkan (dari Bulog). Jadi ini merupakan tanggung jawab, responsibility kami, supaya ada tanggung jawab masing-masing pimpinan-pimpinan wilayah, pimpinan cabang, manajer dan lain sebagainya pada tugasnya," ujar Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dikutip detikFinance, Kamis (29/10/2026).

"Iya, mulai dari Kanwil sampai yang membidangi bidang tersebut. (Untuk jabatan lainnya) itu internal kami," lanjut dia.

Dia menjelaskan penonaktifan dilakukan untuk memastikan proses pendalaman kasus berjalan tanpa mengganggu pemeriksaan. Status tersebut belum berarti para pejabat terbukti terlibat dalam penyalahgunaan beras SPHP.

Rizal menegaskan apabila nantinya ditemukan bukti keterlibatan, pejabat terkait akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Sebaliknya, apabila tidak terbukti, nama baik mereka akan dipulihkan.

"Ini masih pendalaman. Kalau yang bersangkutan masih ada di dalam, takutnya nanti bukti-buktinya bisa dihilangkan. Jadi dinonaktifkan dulu sampai betul-betul terbukti atau tidak," ujarnya.

Modus Oplosan Beras SPHP

Rizal menerangkan, kasus beras oplosan ini bermula dari penangkapan pihak yang diduga melakukan pengemasan ulang beras SPHP Bulog menjadi kemasan 50 kilogram.

Dia menyebut penangkapan dilakukan di Matraman dan kemudian dikembangkan ke lokasi lain di Jakarta Timur. Dari hasil penelusuran awal, Bulog bersama kepolisian mendalami jalur pembelian beras tersebut.

Penelusuran dilakukan melalui nomor kendaraan pengangkut, rekaman CCTV di kantor Bulog DKI Jakarta, dokumen surat jalan, hingga data pembelian melalui aplikasi Klik SPHP.

"Nah, dari kami ketahui pemilik RPK tersebut, langsung kami dalami ke forensik di internal kantor Bulog, yaitu membuka semua data-data komputer pemasaran dari manajer pemasaran kantor Bulog DKI," terangnya.



Simak Video "Video: KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan 11 Ribu Hektare "


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork