Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi menyebut sudah tidak ada lagi titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Meski begitu, di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel) ada peningkatan jumlah titik api.
Letjen Kristomei awalnya menyebut lima provinsi yang masih menjadi prioritas penanganan karhutla.
"Hari ini terjadi penurunan di beberapa tempat dari lima provinsi prioritas, awalnya enam provinsi, tapi di Riau sudah kami keluarkan karena di Riau sudah tidak ada titik api lagi," kata Letjen Kristomei dikutip detikNews dari YouTube @SekretariatPresiden, Jumat (23/10/2026).
Dia memerinci kelima provinsi tersebut adalah Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Ia menyebut ada kenaikan titik api di dua provinsi tersebut.
"Penaikan ada di Sumsel dan Jambi, tapi tidak terlalu signifikan. Kami terus berkoordinasi dengan BMKG, kami bersurat KSAD, Ketua BMKG, BPGNN, kami kunjungi Sumsel dan Kalteng, Kalsel, untuk lihat langsung gimana operasi karthula di lapangan," ucap dia.
Kemudian, Kristomei juga menyampaikan pihaknya telah menabur ribuan kilogram dry ice di sejumlah provinsi. Hasilnya, jarak pandang meningkat dan PM 2,5 menurun.
"Semai dry ice dari 20 Oktober ada 3.100 kilogram yang sudah kita semai menggunakan 5 sorti, kemudian di Sumsel ada 800 kg 1 sorti, sehingga ada penurunan PM 2,5 turun, jarak pandang di Palembang dari 700 meter jadi 7.000 meter, Bapak," ujar dia.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(astj/astj)