Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad mendorong agar kebutuhan listrik di Pulau Bintan dapat dipenuhi melalui pembangkit listrik sendiri atau pembelian pasokan dari kawasan industri maupun pelaku usaha penyedia listrik. Langkah ini dinilai dapat mengurangi beban pasokan listrik PLN Batam.
Ansar mengatakan, kebutuhan energi di Batam terus meningkat seiring pesatnya perkembangan industri dan investasi. Karena itu, menurutnya, perlu ada kebijakan untuk mengoptimalkan sumber pasokan listrik di masing-masing wilayah.
"Jadi PLN Batam itu memang lebih baik berdiri sendiri, karena sekarang suplai ke Bintan cukup besar," kata Ansar di Batam, Selasa (20/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, pemerintah daerah akan mendorong percepatan penyediaan pasokan listrik untuk Bintan bersama Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
Menurut Ansar, Bintan memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan listrik melalui sejumlah pelaku usaha yang telah memproduksi energi listrik.
"Sekarang ada beberapa pelaku usaha yang juga memproduksi listrik, seperti Tanjung Sau, dan mungkin nanti ada yang lainnya. Mudah-mudahan itu bisa dimanfaatkan oleh PLN," ujarnya.
Ansar berharap, potensi tersebut dapat dikaji dan dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan listrik di Bintan sehingga kebutuhan energi di wilayah itu tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari Batam.
"Pertumbuhan kebutuhan energi di Batam perlu diantisipasi dengan perencanaan pasokan listrik yang memadai. Dengan demikian, kebutuhan listrik untuk mendukung aktivitas masyarakat, industri, dan investasi dapat terpenuhi," Ujarnya.
