Internasional

Demo Berujung Ricuh di Prancis, 1.500 Toko-Retail Rusak

Yulida Medistiara - detikSumut
Senin, 19 Okt 2026 04:00 WIB
Foto: Sejumlah gerai rumah mode mewah termasuk Louis Vuitton dan Hermes menjadi sasaran penjarahan di Prancis. Hal ini terjadi di tengah gelombang demonstrasi nasional yang terjadi pada Sabtu (17/10/2026). (Getty Images)
Jakarta -

Aksi protes massa terkait biaya hidup di Paris, Prancis, berujung ricuh. Akibat peristiwa itu, dilaporkan sebanyak 1.500 toko dan gerai retail rusak.

Bahkan sejumlah toko brand mewah dibakar dan dijarah massa.

Dilansir detikNews dari AFP, Minggu (18/10/2026), dampak aksi protes di Prancis membuat sekitar 1.500 toko dan gerai ritel mengalami kerusakan. Banyak di antara ribuan toko tersebut dijarah.

"Kerugian yang dialami tempat-tempat usaha itu diperkirakan mencapai ratusan juta euro," ujar Presiden Federasi Ritel dan Perdagangan, Alexandre Bompard, kepada stasiun televisi LCI.

Namun, ia menambahkan masih terlalu dini untuk memberikan angka pasti akibat.

Diketahui, ratusan ribu orang berunjuk rasa secara damai di sejumlah kota Prancis pada Sabtu. Namun terdapat sejumlah kelompok massa garis keras yang melakukan kekerasan menyasar gedung-gedung publik, menjarah butik mewah serta supermarket, dan menyerang kendaraan serta petugas kepolisian.

Sejumlah bangunan dijarah hingga dibakar massa. Di Limoges gedung balai kota dibakar, di Marseille para pengunjuk rasa berpakaian serba hitam menerobos masuk ke balai kota dan mencoret-coret bangunan tersebut dengan grafiti anarkis, sementara di Lyon pengunjuk rasa membakar kantor pariwisata kota.

Para perusuh mencoba menerobos masuk ke sejumlah toko department store Galeries Lafayette, menghancurkan bank, menjarah toko Lacoste serta butik-butik lainnya, dan merampok toko telepon seluler SFR. Para demonstran juga membakar berbagai benda sepanjang hari, termasuk sejumlah mobil.

Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk menghadapi pengunjuk rasa yang melemparkan berbagai benda serta menembakkan kembang api ke arah petugas.

Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun kehilangan tangan kanannya akibat ledakan granat pengendali massa di kota Saint-Etienne, Prancis bagian selatan.

Sementara itu, lebih dari 1.800 orang ditangkap selama dan setelah aksi protes yang diwarnai kekerasan di Prancis. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya disebutkan 1.200 orang ditangkap.

Baca selengkapnya di sini



Simak Video "Video: Delpedro dkk Dituntut 2 Tahun Penjara di Kasus Penghasutan Demo Ricuh "

(mjy/mjy)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork