Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama sepekan terakhir berulang kali mengeluarkan peringatan dini cuaca di Indonesia, termasuk di wilayah Sumatera Utara. Kondisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Kesiapsiagaan adalah kunci untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrim. Karena itu, perlu menyiapkan hal penting ketika kondisi darurat terjadi, terutama tas siaga bencana.
Tas siaga bencana (Emergency Preparedness Kit) merupakan tas yang berisi barang-barang dan peralatan penting yang digunakan untuk bertahan hidup beberapa hari pascabencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menjaga barang dan peralatan di dalam tas tetap aman dan mudah digunakan, perlu memerhatikan kondisi berikut ini agar memudahkan dalam menjangkau dan memakainya ketika kondisi darurat tiba.
Pastikan Tas Siap Dibawa
Tas sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat dan dijangkau sehingga dapat segera dibawa ketika diharuskan meninggalkan rumah.
Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) mendorong masyarakat untuk menyiapkan tas siaga bencana dan rencana darurat sebagai bagian dari kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Rencana ini diperlukan agar anggota keluarga mengetahui langkah yang akan dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.
Karena itu, peletakan tas perlu diperhatikan. Jangan menyimpan tas tersebut di area yang sulit dijangkau, tertutup barang lain, atau berada di lokasi yang sulit diakses ketika bencana terjadi.
Mengecek Isi Tas Secara Berkala
Isi tas siaga bencana pada umumnya berisi barang-barang kebutuhan hidup pasca bencana, harta benda, sandang, dan lainnya. Isi tas perlu diperiksa kembali untuk memastikan perlengkapan masih aman dan dapat digunakan untuk kepentingan keluarga.
Dikutip detikEdu berikut ini daftar isi tas siaga bencana yang perlu disiapkan:
1. Surat-surat penting (surat tanah, surat kendaraan, ijazah, akte kelahiran, dan sebagainya)
2. Pakaian untuk tiga hari (pakaian dalam, celana panjang, jaket selimut, handuk jas hujan, dan sebagainya)
3. Makanan ringan tahan lama (mie instan, biskuit, abon, coklat, dan sebagainya)
4. Air minum (paling tidak bisa mendukung kebutuhan selama tiga hari)
5. Kotak Obat-obatan/P3K (obat pribadi dan obat-obatan umum lainnya)
6. Alat bantu penerangan (senter, lampu kepala, korek, lilin)
7. Uang (siapkan uang tunai untuk kebutuhan selama tiga hari)
8. Peluit (alat bantu untuk meminta pertolongan saat keadaan darurat)
9. Masker (alat bantu pernapasan untuk memfilter udara kotor)
10. Perlengkapan mandi (sabun, sikat dan pasta gigi, shampo, sisir, dan sebagainya)
11. Gadget (ponsel beserta baterai, charger, dan powerbank untuk memantau informasi bencana)
Kesiapan Selain Tas Juga Diperlukan
BNPB dalam pedoman kesiapsiagaan keluarga menekankan pentingnya mengetahui potensi ancaman di sekitar dan menyiapkan rencana kesiapsiagaan keluarga.
Rencana tersebut mencakup proses evakuasi, titik kumpul keluarga, jalur yang dapat digunakan ketika keluar rumah, serta cara berkomunikasi jika terpisah.
Keluarga juga harus mengetahui lokasi tas dan paham kapan harus dibawa. Dengan begitu, pada kondisi darurat, kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada satu anggota keluarga saja.
Artikel ditulis Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta MagangHub Kemnaker di detikcom
Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
