Sebaran asap dan kabut tipis kembali terdeteksi menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Asap terdeteksi meluas di puluhan kabupaten/kota di Sumut hingga memicu penurunan jarak pandang dan penurunan kualitas udara.
Berdasarkan pantauan citra sebaran asap pada Kamis (17/9/2026) pukul 13.00 WIB, asap terdeteksi di berbagai daerah mulai dari Kabupaten Serdang Bedagai, Batubara, Asahan, Tanjung Balai, Tebing Tinggi, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, hingga Labuhanbatu Utara.
Tak hanya itu, sebaran asap juga menyelimuti wilayah Simalungun, Samosir, Toba, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Padang Sidimpuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, hingga Mandailing Natal.
"Pergerakan sebaran asap ini terpantau bertiup dari arah barat daya menuju barat laut," ungkap Kepala BBMKG Wilayah I Hendro Nugroho.
Hendro menyebut jika sejumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan menengah turut terdeteksi. Titik panas tersebut terpantau berkumpul terutama di wilayah Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Tapanuli Utara.
Pengamatan dari Stasiun Meteorologi Silangit dan Stasiun Meteorologi Aek Godang mencatat jarak pandang di lokasi pengamatan merosot drastis.
"Jarak pandang di lokasi pengamatan berkisar antara 1 - 5 km. Jarak pandang tersebut terpantau bersamaan dengan kondisi kabut dan asap dan berdasarkan pemantauan kualitas udara konsentrasi PM2.5 (partikel sangat kecil di udara) di Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat," jelasnya.
Terkait kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di daerah berdampak untuk senantiasa waspada. Pengendara diminta lebih berhati-hati, menjaga jarak aman kendaraan, dan menggunakan perlengkapan pelindung seperti masker.
Simak Video "Video Kota di Pakistan Diselimuti Kabut Asap Berbahaya!"
(ksr/afb)