3 Orang Utan Dievakuasi Akibat Terdampak Karhutla di Kalbar

Antara - detikSumut
Selasa, 25 Agu 2026 07:29 WIB
Foto: Pixabay/ShekuSheriff
Jakarta -

Sebanyak tiga orang utan dievakuasi dari perkebunan warga di Ketapang, Kalimantan Barat. Evakuasi ini dialkukan karena adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketiga orang utan yang terdiri atas seekor induk (Mama Yuni) dan dua anak (Yuni dan Pura) itu dievakuasi pada Jumat (21/8) karhutla mengancam habitat dan memutus jalur pergerakan mereka.

"Mama Yuni merupakan induk, Yuni merupakan anak yang masih bayi, sedangkan Pura merupakan individu remaja. Ketiganya telah terpantau berada di kawasan perkebunan masyarakat Desa Tanjungpura sejak awal 2026," kata Ketua Umum YIARI Silverius Oscar Unggul dilansir detikNews dari Antara, Senin (24/8/2026).

Silverius mengatakan, selama berada di wilayah tersebut, tim Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI secara aktif melakukan pemantauan terhadap keberadaan orang utan yang berpotensi menimbulkan interaksi negatif dengan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, termasuk Desa Tanjungpura.

Meski hutan di wilayah tersebut telah terfragmentasi oleh perkebunan masyarakat, ketiga orang utan masih dapat bertahan hidup di kawasan hutan yang tersisa.

Namun, kebakaran besar yang terjadi pada Juli dan Agustus 2026 menghanguskan fragmen hutan yang menjadi satu-satunya jalur pergerakan mereka. Kebakaran tersebut sekaligus menghilangkan area jelajah dan sumber pakan yang tersedia bagi orang utan.

"Ketika hutan terbakar dan koridor pergerakan terputus, orang utan kehilangan ruang untuk mencari makan, berlindung, dan berpindah. Pada akhirnya, mereka terdorong masuk ke kebun dan semakin dekat dengan permukiman manusia," ujar Silverius.

Akibat kondisi tersebut, ketiga orang utan terjebak di kawasan perkebunan yang berbatasan langsung dengan permukiman masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan dan asesmen lapangan, BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI kemudian memutuskan melakukan evakuasi terhadap ketiga orange tan tersebut karena berada dalam kondisi terancam. Terlebih, titik api masih ditemukan di sejumlah wilayah Desa Tanjungpura dan sekitarnya.




(astj/astj)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork