Infografis

Roberto Lopes, Eks Konsultan KPR yang Kini Bela Timnas Tanjung Verde

Tim detikProperti - detikSumut
Senin, 06 Jul 2026 08:30 WIB
Jakarta -

Bek Timnas Cape Verde national football team, Roberto Lopes, memiliki perjalanan karier yang tidak biasa. Sebelum menjadi pesepakbola profesional, pemain berdarah Tanjung Verde itu pernah bekerja sebagai konsultan kredit pemilikan rumah (KPR) di sebuah bank di Dublin.

Mengutip The Irish Times, saat berusia 24 tahun Roberto Lopes menjalani dua profesi sekaligus. Selain bermain sebagai bek tengah secara paruh waktu, ia juga bekerja di bank setelah memperoleh kualifikasi sebagai konsultan KPR.

Meski kariernya di dunia perbankan terbilang stabil dan menjanjikan, Lopes mengaku tidak menikmati pekerjaannya.

Tiga tahun kemudian, ia memutuskan menekuni sepak bola secara penuh dan akhirnya membela Timnas Tanjung Verde, negara asal ayahnya.

Keputusan tersebut diambil setelah Lopes menerima tawaran kontrak berdurasi dua tahun dari Shamrock Rovers F.C.. Ia pun meninggalkan pekerjaan tetapnya di bank sekaligus klub masa kecilnya demi mengejar karier sebagai pesepakbola profesional.

Langkah itu bukan tanpa risiko. Saat itu, Shamrock Rovers belum mampu memberikan gaji yang setara dengan penghasilannya sebagai pegawai bank.

"Saya hanya berpikir: 'Nanti saja khawatirkan apa yang akan terjadi selanjutnya; setidaknya saya akan bahagia selama beberapa tahun,'" kata Roberto Lopes dikutip detikSport dari The Irish Times, Sabtu (4/7/2026).

"Dan kemudian semuanya berjalan lancar. Ini seperti mimpi," lanjutnya.

Berdasarkan informasi pada profil LinkedIn miliknya, Roberto Lopes tercatat pernah bekerja di EBS Ltd pada periode 2015 hingga 2016. Dalam kurun waktu yang sama, ia juga masih aktif bermain untuk FC Bohemians.

Setelah meninggalkan kedua aktivitas tersebut, Lopes bergabung dengan Shamrock Rovers dan sepenuhnya fokus sebagai pesepakbola profesional.

Menariknya, proses bergabungnya dengan Timnas Tanjung Verde juga bermula dari LinkedIn. Mantan pelatih tim tersebut, Rui Águas, sempat menghubungi Lopes melalui platform tersebut. Namun, pesan itu awalnya diabaikan karena dikira sebagai spam.

"Saya sudah menjadi anggota LinkedIn sejak kuliah dan suatu hari saya sedang memperbarui profil saya dan saya ingat terhubung dengan Rui Águas setelah namanya muncul. Kemudian beberapa saat kemudian saya menerima pesan darinya. Pesan itu dalam bahasa Portugis dan saya pikir itu spam jadi saya abaikan saja. Itu terjadi pada Oktober 2018. Kemudian pada September tahun ini saya mendapat pesan lain yang mengatakan: 'Apakah kamu sudah memikirkannya?' Saya berpikir: 'Oh, apa ini?' Jadi saya menerjemahkan pesan (asli) tersebut. Mereka sedang mencari pemain yang mungkin tertarik untuk mendaftar," jelasnya.



Simak Video "Video Hasil Piala Dunia: Brasil Bantai Haiti 3-0, Cunha Cetak Brace"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork