Internasional

AS Bakal Cetak Dolar Bergambar Trump, Rancangan UU Disiapkan

Tim detikNews - detikSumut
Jumat, 29 Mei 2026 10:16 WIB
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menunjukkan artikel soal uang kertas bergambar Donald Trump. (Foto: BBC World)
Medan -

Pemerintah Amerika Serikat tengah menyiapkan kemungkinan penerbitan uang kertas pecahan US$250 yang menampilkan wajah Presiden Donald Trump. Rencana tersebut baru bisa direalisasikan apabila mendapat lampu hijau dari Kongres AS.

Saat ini, undang-undang AS melarang penggunaan gambar individu yang masih hidup pada mata uang. Namun, sejumlah anggota Kongres yang merupakan sekutu Trump telah mengajukan rancangan undang-undang untuk membuka jalan bagi penerbitan uang tersebut.

Menanggapi usulan itu, dilansir detikNews dari BBC, juru bicara Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa lembaganya sedang melakukan perencanaan yang sesuai dan pengujian terkait rancangan undang-undang yang diajukan tersebut.

Para pengusul menyebut uang kertas tersebut dimaksudkan sebagai simbol peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat yang diperingati tahun ini.

Apabila aturan baru disetujui, penerbitan uang pecahan US$250 akan menjadi salah satu contoh terbaru dari upaya Trump dan para pendukungnya dalam menempatkan nama, wajah, serta citranya pada berbagai simbol dan institusi nasional.

Sebelumnya, tanda tangan Trump juga telah dijadwalkan untuk muncul pada uang kertas AS dalam rangkaian perayaan 250 tahun negara tersebut.

Desain Masih Dirahasiakan

Hingga kini, konsep visual uang kertas US$250 belum diumumkan kepada publik. Namun, Bureau of Engraving and Printing (BEP), lembaga di bawah Departemen Keuangan yang bertugas merancang dan mencetak mata uang AS, telah diminta menyiapkan desainnya. Rencana tersebut pertama kali diungkap oleh Washington Post.

"Jika mandat legislatif ini ditandatangani menjadi undang-undang, BEP bergerak secara proaktif untuk memproduksi uang peringatan US$ 250 yang akan secara tepat mengakui peringatan 250 tahun negara besar kita," kata juru bicara Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan.

Usulan pembentukan uang kertas baru itu pertama kali diajukan tahun lalu oleh anggota DPR AS dari Partai Republik asal South Carolina, Joe Wilson.

Agar dapat berlaku, rancangan undang-undang tersebut harus memperoleh persetujuan dari DPR dan Senat Amerika Serikat.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan keputusan mengenai pencetakan uang kertas baru sepenuhnya menjadi kewenangan Kongres. Ia menegaskan Departemen Keuangan akan menjalankan ketentuan yang berlaku apabila legislasi tersebut disahkan.

Bessent juga menyebut dirinya tidak "melihat ada hal yang tidak pantas" terkait penggunaan gambar presiden yang masih menjabat pada uang peringatan 250 tahun Amerika Serikat.

Meski demikian, rencana tersebut berpotensi berbenturan dengan aturan federal lain yang mengatur jenis denominasi mata uang yang boleh dicetak. Dalam daftar yang berlaku saat ini, pecahan US$250 tidak termasuk.

Saat ini, uang kertas bernilai terbesar yang masih dicetak adalah pecahan US$100 yang menampilkan sosok Benjamin Franklin, salah satu tokoh pendiri Amerika Serikat.

Pada masa lalu, AS pernah menerbitkan uang kertas dengan nominal lebih tinggi, seperti US$500, US$1.000, hingga US$10.000. Namun, penerbitannya dihentikan pada 1969.



Simak Video "Video Potret Kerbau Albino 'Donald Trump' Viral di Bangladesh"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork