Jejak Tabib dalam Sejarah Kesehatan di Sumatera Utara

A. Fahri - detikSumut
Sabtu, 25 Apr 2026 05:11 WIB
Foto: Ilustrasi tentang pengobatan tradisional dan modern (Foto: Gemini AI)
Medan -

Jauh sebelum obat kimia dan rumah sakit hadir di Sumatera Utara, masyarakat telah memiliki sistem penyembuhan sendiri. Dari ramuan akar hutan hingga ritual pemanggilan kekuatan spiritual.

Dalam pengobatan metode ini, peran tabib dan dukun menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan tubuh dan kehidupan sosial. Dalam berbagai studi sejarah dan antropologi, pengobatan tradisional dipahami bukan sekadar praktik penyembuhan, tetapi juga sistem pengetahuan yang diwariskan turun-temurun.

Pengobatan Tradisional dalam Kajian Sejarah

Buku "Indigenous Healing Systems and Modern Medicine" karya Robert A. Hahn menjelaskan bahwa praktik penyembuhan lokal sering kali menggabungkan unsur alam, spiritualitas, dan struktur sosial masyarakat.

"Pengobatan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai terapi fisik, tetapi juga sebagai cara masyarakat memahami penyakit dalam kerangka budaya mereka."

Tabib dalam Budaya Batak

Dalam masyarakat Batak, dikenal sosok datu, yaitu tabib sekaligus pemimpin spiritual. Mereka menggunakan pustaha (kitab tradisional) dan ramuan herbal untuk mengobati penyakit.

Menurut kajian dalam buku "The Toba Batak: Their Social Structure and Religion" oleh J.C. Vergouwen, datu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan roh.

Praktik pengobatan tidak hanya berbasis ramuan, tetapi juga melibatkan ritual untuk mengatasi gangguan yang dianggap berasal dari kekuatan tak kasatmata.



Simak Video "Video: Khasiat dan Efek Bahaya dari Kerokan"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork