Saat musim hujan sering secara tiba-tiba muncul noda air di plafon, dinding lembap, hingga genangan di sekitar rumah. Namun, penting untuk diketahui bahwa tidak semua kebocoran berasal dari sumber yang sama.
Air bisa saja masuk dari atap, merembes lewat dinding, atau meluap dari talang air yang bermasalah.
Banyak pemilik rumah yang langsung melakukan perbaikan tanpa mengetahui pasti asal kebocoran yang sebenarnya. Akibatnya, masalah hanya hilang sementara lalu akan muncul kembali saat hujan berikutnya.
Kesalahan ini sering berujung pada pemborosan biaya dan kerusakan rumah yang makin luas.
Cara Bedakan Bocor dari Atap, Talang dan Dinding
Penting untuk memahami perbedaan ciri kebocoran dari atap, dinding, dan talang air, sekaligus mengetahui cara mengatasinya serta langkah pencegahan yang tepat sejak dini agar tidak salah langkah. Berikut perbedaan kebocoran dari atap, dinding, dan talang air yang dilansir detikProperti dari Forbes dan Family Handy Man.
1. Kebocoran dari Atap Rumah
Kebocoran atap biasanya ditandai dengan munculnya bercak air di plafon, tetesan air saat hujan, atau plafon rumah yang berubah warna dan mengelupas. Air yang masuk dari atap, tidak selalu langsung terlihat tepat di bawah titik bocor karena air dapat mengalir mengikuti rangka atap sebelum akhirnya menetes ke dalam ruangan.
Kondisi inilah yang menyebabkan kebocoran atap sering terasa berpindah-pindah.
Untuk mengatasi kebocoran atap, langkah pertama adalah memeriksa kondisi genteng, sambungan atap, dan material pelapis atap apakah sudah kedap air. Genteng yang retak atau bergeser harus segera diganti.
Pencegahan bisa dilakukan dengan memeriksa atap secara berkala, terutama setelah hujan deras atau angin kencang, serta memastikan talang air tidak tersumbat agar air tidak menggenang di area atap.
2. Kebocoran dari Talang Air
Talang air yang bermasalah biasanya ditandai dengan air hujan yang menetes dari tepi atap, atau membasahi dinding luar rumah. Talang yang tersumbat daun dan kotoran akan membuat air kembali mengalir ke atap dan dinding, sehingga memicu kebocoran di area lain yang sebenarnya masih dalam kondisi baik.
Untuk mengatasi kebocoran talang air, cek dan bersihkan talang secara menyeluruh serta periksa sambungannya. Bagian yang retak atau berkarat sebaiknya segera diperbaiki atau diganti.
Pencegahan paling efektif adalah membersihkan talang secara rutin, minimal dua kali setahun, serta memastikan kemiringan talang sudah sesuai agar air dapat mengalir lancar ke pipa pembuangan.
3. Kebocoran dari Dinding Rumah
Kebocoran dinding umumnya muncul dalam bentuk dinding rembes dan lembap, cat menggelembung, jamur, dan bau apek di dalam ruangan. Kebocoran ini sering berasal dari retakan kecil di dinding luar, sambungan jendela yang tidak rapat, atau lapisan pelindung dinding yang sudah menurun kualitasnya. Berbeda dengan kebocoran atap, rembesan dinding sering baru terlihat beberapa waktu setelah hujan berhenti.
Cara mengatasi dinding bocor bisa dimulai dengan mengecek bagian luar rumah. Cari tahu apakah ada retakan tembok atau celah di sekitar kusen yang bisa jadi jalan masuk air.
Jika retakannya kecil, cukup ditambal lalu dilapisi ulang dengan bahan waterproofing. Supaya tidak terulang, pastikan cat luar rumah dan pelindung dinding masih bagus, serta atur aliran air hujan agar tidak terus-menerus mengenai dinding.
Memahami ciri kebocoran dari atap, dinding, dan talang air membantu pemilik rumah mengambil tindakan yang tepat sejak awal. Dengan perbaikan yang sesuai sumber masalah dan langkah pencegahan rutin, risiko kebocoran berulang dan kerusakan rumah yang lebih parah dapat dicegah dan dihindari.
Artikel ini telah tayang di detikProperti, baca selengkapnya di sini
Simak Video "Video: Gaya Couple Syifa Hadju dan El Rumi"
(mjy/mjy)