Wanita Tangguh dari Pedalaman Aceh Utara: Jadi Montir-Angkut Air

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 15 Okt 2025 13:00 WIB
Foto: 2 wanita tangguh di pedalaman Aceh Utara. (Dok Pemprov Aceh)
Aceh Utara -

Tanpa mengenakan alas kaki, Cut Shofi berjalan di jalan bebatuan sambil mendorong gerobak sorong berisi dua galon air isi ulang. Langkahnya cepat. Pakaiannya lusuh.

Shofi mengangkut air dari sungai yang terpaut beberapa ratus meter dari rumahnya untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak ada sumur di tempat tinggalnya terbuat dari kayu.

Begitu tiba, Shofi mengangkat satu persatu galon untuk disusun rapi di depan rumah. Di sana, ada beberapa ember dan galon lain yang dijadikan tempat penampungan air.

"Gak ada sumur di sini. Air ini untuk kebutuhan masak," kata Shofi saat bertemu dengan Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman, Selasa (14/10/2025).

Siswa kelas 1 SMP itu tinggal di Paya Payong, kawasan pedalaman Aceh Utara. Rombongan Marlina bertemu dengan Shofi dalam perjalanan pulang setelah menghadiri beberapa kegiatan.

Marlina sempat membantu mendorong gerobak sorong milik Shofi. Gadis cilik itu mengaku tinggal bersama neneknya yang sudah sakit-sakitan setelah kedua orang tuanya berpisah.

Shofi bersama kakak dan adiknya hampir saban hari mengangkut air dan membantu pekerjaan rumah lainnya. Pekerjaan berat itu dilakoninya sepulang sekolah.

"Shofi anak hebat belajar yang giat ya nak. Nanti kalau Shofi ada keperluan sekolah yang mendesak, Shofi sampaikan ke famili yang punya akun tiktok, hubungi bunda via tiktok, Insya Allah bunda akan segera balas," jelas istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf itu.

Wanita tangguh lainnya adalah Halimah, warga Desa Pante Bahagia, Kecamatan Paya Bakong. Perempuan akrap disapa Kak Limah itu membuka bengkel motor di depan rumahnya.

Tangan Limah sudah cekatan memegang kunci dan membongkar mesin. Awalnya dia hanya membantu suaminya Kade (58) memperbaiki motor pelanggan.

Namun setelah tangan Kade cedera permanen, Limah turun tangan menjadi montir. Sang suami masih membantu tapi sudah tidak dapat bekerja secara maksimal.

"Mesin motor ini masuk air, ini lagi saya bongkar," jelas Limah sambil memperbaiki motor butut.

Limah termasuk perempuan serba bisa. Dia melakoni banyak pekerjaan mulai tukang cuci, pasang keramik hingga membuat layangan. Semua pekerjaan itu dilakukannya agar dapur tetap mengepul.

"Banyak pekerjaan yang saya lakukan. Ini layangan saya buat untuk dijual," jelasnya.

Di kalangan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Limah sosok berjasa. Dia membantu mencuci baju serta memberikan makan pasukan GAM yang turun dari gunung sewaktu Aceh masih berkonflik.

"(Mereka mantan GAM) masih sering datang bersilaturrahmi. Prinsip saya, kita manusia hidup dalam masyarakat luas, harus ringan tangan membantu apa yang kita bisa. Dan, saya pun hanya niat membantu, tidak pernah meminta imbal balas atas apa yang saya lakukan di masa lalu," ujar Limah



Simak Video "Video: Melani Mecimapro Diserahkan ke Kejaksaan Besok"

(agse/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Foto

detikNetwork