Keluarga Bayi Lahir Meninggal Minta RSUD Tenriawaru Bone Diaudit

Abadi Tamrin - detikSulsel
Rabu, 21 Okt 2026 21:46 WIB
RDPU DPRD Bone terkait kasus meninggalnya seorang bayi diduga karena lambatnya penanganan di RSUD Tenriawaru. Foto: Istimewa
Bone -

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kasus meninggalnya seorang bayi diduga karena lambatnya penanganan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru. Keluarga bayi meminta agar dilakukan audit internal di RSUD Tenriawaru.

RDPU digelar di Kantor DPRD Bone, Rabu (21/10/2026) siang. Rapat dihadiri keluarga korban, aliansi advokat, manajemen RSUD Tenriawaru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bone, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bone.

Nenek korban, Rachmawati menyampaikan tuntutannya agar kasus kematian cucunya mendapatkan penanganan yang adil dan transparan. Dia pun meminta agar dilakukan audit internal di RSUD Tenriawaru.

"Saya memperjuangkan kebenaran dan keadilan sebagai pengacara, hari ini saya disini untuk menuntut keadilan bagi cucu saya. Audit internal RS," ucap Rachmawati yang juga seorang advokat kepada detikSulsel, Rabu (21/10).

Selain itu, Rachmawati juga meminta rekam medis lengkap. Hasil itu diberikan kepada DPRD dan keluarga pasien.

"Saya cukup menyayangkan sebetulnya pihak RS menyampaikan permintaan maaf, tapi tetap menyebut tidak ada kelalaian," ucapnya.

Diketahui, wanita bernama Rahmawati mengamuk sambil menggendong jasad cucunya di Rumah Sakit Umum Tenriawaru. Rahmawati menuding dokter lambat melakukan penanganan sehingga cucu laki-lakinya diduga meninggal dalam kandungan.

Peristiwa itu terjadi di RSUD Tenriawaru Bone, Jalan Wahidin Sudirohusodo, Watampone, Kamis (15/10) sekitar pukul 11.00 Wita. Rahmawati menjelaskan, persoalan ini bermula saat menantunya masih sempat bolak-balik di RS usai mengalami kontraksi.

"Meninggal itu memang ketetapan Tuhan, tapi saya kecewanya sama dokter yang lamban dalam penanganannya," ujar Rahmawati, Jumat (16/10).

Sementara Dokter RSUD Tenriawaru, dr Andi Koneng Pratiwi membantah jika pihaknya lambat melakukan penanganan. Andi Koneng yang menangani pasien tersebut mengklaim penanganan sudah sesuai prosedur.

"Penanganan medis terhadap pasien telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Penyebab bayi meninggal karena prolaps tali pusarnya, sehingga kekurangan suplai oksigen," ujar dr Andi Koneng Pratiwi kepada wartawan, Jumat (16/10).



Simak Video "Video Penangkapan Buron Pemerkosa-Pembunuh Tante Sendiri di Sulteng"

(ata/ata)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork