Seorang oknum guru di SMAN 2 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diduga melakukan pelecehan secara verbal terhadap siswi dinonaktifkan. Oknum guru tersebut sebelumnya menjabat sebagai wali kelas XII (6) dan Pembina OSIS.
"Kewenangan saya sudah memberhentikan (oknum guru) sebagai wali kelas dan pembina OSIS," ujar Kepala sekolah SMAN 2 Makassar Syafruddin kepada detikSulsel, Jumat (16/10/2026).
Ia mengatakan telah mengeluarkan surat pemberhentian oknum guru tersebut per Jumat (16/10). Di waktu bersamaan dirinya juga telah mengeluarkan SK untuk wali kelas baru berdasarkan aspirasi dari siswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan saya juga sudah buat SK baru untuk guru lain yang mengganti sebagai wali kelas, itu kan permintaan siswa saya juga pertimbangkan mereka. Per hari ini dia sudah diberhentikan sebagai wali kelas dan pembina OSIS," ucapnya.
Menurutnya, oknum guru tersebut statusnya sebagai guru PNS. Ia mengatakan untuk penindakan selanjutnya telah ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel.
"Masih tetap guru sebagai SMA 2. Sesuai arahan pak kadis (Disdik Sulsel) dia diminta tidak dimasukkan sekolah. Nanti langkah selanjutnya dari Dinas pendidikan hasilnya seperti apa dari mereka," jelasnya.
Diketahui, dugaan pelecehan terjadi saat siswa selesai latihan renang pada Februari 2026 lalu. Saat itu, sejumlah siswi sedang mengantre mengganti pakaian.
"Dia kan guru olahraga saya dengar kemarin pada saat selesai renang anak-anak ganti pakaian," tuturnya.
Saat itulah oknum guru tersebut diduga melakukan pelecehan secara verbal. Oknum guru saat itu menyampaikan akan masuk ke kamar ganti siswinya.
"Mereka (siswi) di depan kamar ganti, datang guru olahraga bilang, 'sama-sama ki masuk'," tambah Syafruddin.
Belakangan, kasus dugaan pelecehan ini kembali mencuat usai oknum guru yang juga selaku wali kelas XII (6) itu menegur siswa yang pacaran di sekolah pada akhir September 2026 saat lomba basket. Ia mengatakan, siswa tersebut merasa tidak terima sehingga melapor ke orang tuanya.
"Ini kasus dari bulan Februari 2026, cuman ada pemicunya kemarin (Kamis). Ada anak wali itu yang pacaran, beliau maksudnya baik tapi cara menyampaikan itu tidak layak lah," katanya.
Orang tua siswa kemudian mendatangi sekolah untuk menyampaikan keluhan tersebut pada Kamis (8/10). Siswa tersebut merasa tidak terima dengan bahasa yang digunakan oknum guru tersebut.
"Jadi laporannya itu sudah sejak akhir September waktu lomba basket. Ini siswa yang tidak terima sampaikan ke orang tuanya sehingga orang datang ke sekolah pada 8 Oktober kemarin," katanya.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, sejumlah siswa di SMAN 2 Makassar terlihat berkerumun di halaman sekolah, Kamis (15/10). Mereka terlihat menggunakan seragam pramuka.
Ada sebagian dari siswa mengeluarkan handphone untuk merekam suasana sekolah yang diduga terjadi pencabulan seorang oknum guru terhadap siswi.
