Eks Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Hasmyati mendaftar sebagai bakal calon rektor UNM 2027-2031. Hasmyati menjadi pendaftar keenam dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM tersebut.
Hasmyati menyerahkan berkas pendaftarannya ke panitia di gedung Phinisi UNM, Kamis (8/10/2026). Selain civitas FIKK UNM, Hasmyati juga diantar langsung oleh keluarga besarnya.
"Saya diantar oleh, ada 200 orang, mulai dari lantai dasar sampai lantai 12. Tapi khusus yang masuk dalam ruang pendaftaran ada 9 orang dengan saya. Didampingi oleh keluarga, ada suami tercinta, yang menandakan bahwa betul-betul saya didukung penuh oleh keluarga," kata Hasmyati kepada wartawan usai mendaftar, Kamis (8/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun 2 dekan yang mendampinginya yakni Dekan FIKK Andi Atssam Mappanyukki dan Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSD) Andi Ihsan. Dia juga didampingi oleh ketua tim, Prof Dr M Rapi Tang, yang berasal dari Fakultas Bahasa.
"Saya didampingi oleh dua Dekan, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan dan Dekan Fakultas Seni dan Desain, ada di belakang saya," katanya.
Ditanya soal optimismenya, Hasmyati mengaku enggan membahas kegagalannya pada proses Pilrek UNM sebelumnya. Hasmyati juga tidak mau mengungkap jumlah dukungan yang telah dikantonginya karena memilih fokus pada pencalonannya kali ini.
"Saya tidak mau mengingat lagi yang lalu. Saya melangkah mulai hari ini, dan lupakan yang lalu. Tapi saya tidak akan mengatakan berapa jumlah pendukung saya. Saya tidak mau membandingkan diri saya dengan calon yang lain, semua baik," ujarnya.
Hasmyati hanya mengatakan dirinya siap bekerja untuk membawa UNM menjadi lebih baik. Dia menawarkan visi menjadikan UNM sebagai pusat keunggulan di bidang kependidikan yang berbasis riset inovatif.
"Yang saya mau katakan, saya siap bekerja untuk UNM untuk lebih baik lagi. Kalau visi misi saya, saya menginginkan menjadi Center of Excellence kependidikan yang berbasis riset inovatif, bermanfaat, dan bersaing daya global," jelasnya.
Hasmyati turut merespons mengenai persoalan tawuran yang beberapa kali terjadi di lingkungan kampus. Dia menilai penyelesaian konflik harus dilakukan dengan mempertemukan pihak-pihak yang terlibat untuk mencari solusi bersama.
"Tawuran itu, tidak ada tawuran jika kita sudah duduk bersama, membicarakan bersama, mencari solusi yang terbaik untuk kita semua," katanya.
Ketua Panitia Pilrek UNM Muhammad Idhkam menyebut Hasmyati merupakan pendaftar ke 6 dalam Pilrek UNM kali ini. Adapun 5 orang yang telah mendaftar yakni Wakil Rektor (Warek) III Arifin Manggau, Eks Warek IV Eko Hadi Sujiono, Warek I Andi Aslinda dan guru besar FBS Sukardi Weda dan Dekan FMIPA Suwardi Annas.
"Setelah hari ini kami masih menunggu sampai besok tanggal 9 Oktober 2026 hari terakhir pendaftaran bakal calon rektor UNM. Sejauh ini 6 pendaftar yang telah menyatakan sikap untuk maju sebagai bakal calon rektor periode 2027-2031 UNM," kata Idhkam.
Selanjutnya, para bakal calon rektor akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada 15-23 Oktober 2026. Pemeriksaan kesehatan lengkap akan dilakukan di rumah sakit yang ditunjuk panitia.
"Kami telah menunjuk salah satu rumah sakit di Makassar, mudah-mudahan bisa dapat satu hari pemeriksaannya. Selanjutnya kami akan menyampaikan kira-kira berkas apa yang harus disiapkan oleh parah bakal calon rektor dalam rangka pemeriksaan kesehatan," katanya.
Panitia kemudian menetapkan bakal calon rektor pada 24 Oktober 2026. Pemilihan di Senat UNM akan melakukan pemilihan tahap pertama pada 4 November 2026.
"Pada tahap ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi belum ikut memberikan suara karena pemilihan masih dilakukan secara internal oleh Senat," katanya.
Tiga nama calon rektor dengan perolehan suara terbanyak selanjutnya akan disampaikan kepada kementerian pada 9-10 November 2026. Ketiga nama tersebut kemudian memasuki masa penelusuran rekam jejak oleh pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Sementara puncak Pilrek UNM dijadwalkan berlangsung pada 17 Desember 2026. Pemilihan dilakukan bersama antara anggota Senat UNM dan Menteri.
