Remaja Tewas Tertembak Saat Tawuran, 7 Polisi Diperiksa Propam

Makassar

Remaja Tewas Tertembak Saat Tawuran, 7 Polisi Diperiksa Propam

Fadli Ilham - detikSulsel
Selasa, 29 Sep 2026 10:03 WIB
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto. Foto: (Reindhard Soplantila/detikSulsel)
Makassar -

Propam Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) memeriksa tujuh anggota polisi terkait remaja bernama Rafli Ramadhani alias Pingky (19) tewas diduga tertembak saat tawuran di Kota Makassar. Salah satu yang diperiksa ialah Kapolsek Tallo AKP Asfada.

"Jadi sampai dengan saat ini Polda Sulsel khususnya dari Propam sudah melakukan pemeriksaan tujuh anggota yang menjalankan tugas termasuk Kapolsek," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

Selain personel kepolisian, Didik menyampaikan pihaknya juga akan memanggil saksi dari masyarakat terkait dengan peristiwa ini. Saksi tersebut adalah yang menyaksikan langsung peristiwa di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian akan memanggil beberapa masyarakat yang saat itu mengetahui atau melihat kejadian tersebut," bebernya.

Didik menyampaikan, berdasarkan hasil autopsi, diketahui jika korban mengalami luka akibat proyektil. Luka tersebut mengenai bagian rusuk yang tembus ke pundak korban.

ADVERTISEMENT

"Kemudian dari hasil autopsi diketahui ada luka di bagian punggung atau di sebelah kiri ada rusuk ketiga itu kalau nda salah. Kemudian mengarah sampai ke pundak, itulah sebabnya kematian saudara Rafli," ungkapnya.

Lebih lanjut, Didik memastikan perkara kematian korban akan terus dilanjutkan. Namun dia juga menegaskan aksi pembakaran di pos TNI-Polri tetap diusut.

"Proses hukum tetap dilaksanakan (terkait kematian Rafli) tetapi proses pengrusakan dari pos mitigasi juga tetap dilaksanakan," katanya.

Diketahui, peristiwa itu terjadi saat tawuran di Jalan Al Markaz, Kecamatan Tallo, Minggu (27/9) sekitar pukul 02.50 Wita. Polisi sempat diserang saat hendak membubarkan massa.

"Pada saat mendatangi TKP, dari kelima personel ini diserang dengan menggunakan batu dan juga menggunakan busur," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto saat konferensi pers, Minggu (27/9).

Salah satu personel yang berada di lokasi lantas melepaskan tembakan peringatan hingga massa bubar. Selang dua jam, polisi menerima kabar korban dilarikan ke RSAL namun meninggal dunia.

Polres Tallo lalu mendatangi RSAL dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara sekitar pukul 06.00 Wita. Jenazah diautopsi atas persetujuan keluarga korban.

"Atas persetujuan dari keluarga korban, dilakukan autopsi. Nah, dari autopsi inilah nanti akan kita ketahui apa penyebab kematian dari korban," pungkas Didik.



(asm/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads