Sudut Pandang

Warung Bugis dan Motor Thunder Butut Penghias Jalan Makassar

Elmayanti - detikSulsel
Rabu, 14 Jan 2026 17:30 WIB
Warung Bugis alias toko kelontong di Makassar. Foto: (Elmayanti/detikSulsel)
Makassar -

Tumpukan bungkus rokok berbagai merek menghiasi etalase dengan berbagai macam stiker di kaca. Deretan sampo, detergen, hingga camilan juga tersusun rapi menggantung tepat di atasnya.

Wilda tampak sibuk tatkala melayani pembeli yang datang silih berganti. Sesekali ia duduk santai saat pembeli sedang lowong. Ponsel di tangannya menjadi pengisi waktu.

Di sudut Jalan Raya Pendidikan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tepatnya di perempatan Jalan Mapala Raya-Pendidikan I, toko kelontong itu berdiri. Orang-orang kerap menyebutnya sebagai 'Warung Bugis'. Julukan ini muncul karena mereka yang berjualan di Makassar banyak berasal dari suku Bugis.

Suasana Warung Bugis yang dijaga Wilda cukup padat. Hampir tak ada ruang kosong. Tumpukan dos air mineral dan minuman gelas dalam kemasan lain ikut menghias warungnya.

Wilda mengaku sudah delapan tahun membuka Warung Bugis ini bersama keluarganya. Di warung ini pula, mereka bermukim. Dia tinggal bersama ibu, ayah, dan saudaranya.

Modal awal Rp 50 juta dari hasil menjual mobil menjadi taruhan bagi keluarga Wilda. Perantau asal Wajo itu berharap warung Bugis bisa menjadi jalan keluar bagi keluarganya yang saat itu terhimpit keadaan.

"Itu juga kepepet tidak punya duit kan, (Bapak kerja sebagai driver di) tambang kan dulu sebentarji (cuma) satu tahun. Jadi setelah itu, mobil dijual, terus uangnya buat modal," kata Wilda di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, Selasa (13/1/2026).

Warung Bugis milik Wilda di Jalan Raya Pendidikan Makassar. Foto: (Elmayanti/detikSulsel)

Cerita serupa datang dari Nasar. Warung Bugis miliknya berdiri menghadap tepat ke badan Jalan AP Pettarani. Terlihat galon-galon isi ulang berjajar rapi di depan warung. Keramik putih yang mulai retak jadi saksi lalu-lalang sepatu pembeli.

Siang itu, warung Bugis milik Nasar tampak riuh. Nasar pontang-panting melayani pembeli sembari menenangkan dua putrinya yang menangis. Suara klakson dan deru kendaraan yang memadati jalan AP Pettarani menambah keriuhan di warung itu.


(asm/sar)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork