Papua Pegunungan

Kemunculan KKB Baru Dalang Penembakan Pilot Pesawat AMA di Yahukimo

Tim detikcom - detikSulsel
Minggu, 05 Jul 2026 08:00 WIB
Foto: Tampang Mbalingga, pemimpin KKB yang membakar pesawat AMA hingga menembak mati pilot di Yahukimo. (dok Istimewa)
Yahukimo -

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan M Mbalingga ternyata dalang pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dan penembakan pilot, Captain Nicholas F. Goselin (29) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kelompok bersenjata yang dipimpin M Mbalingga tersebut merupakan KKB yang baru muncul di wilayah Papua.

Penyerangan terhadap pesawat pilatus dengan registrasi PK-RCY itu terjadi di Lapangan Terbang Balinggama, Yahukimo, Kamis (2/7/2026) pukul 06.46 WIT. Pesawat yang membawa tujuh penumpang itu dibakar saat baru mendarat hingga pilotnya ditembak mati di lokasi kejadian.

Jenazah pilot asal Amerika Serikat (AS) itu baru dievakuasi sehari setelah kejadian, sedangkan tujuh penumpang dilaporkan berhasil diamankan dalam kondisi selamat. Pelaku penyerangan pesawat PT AMA awalnya diduga Elkius Kobak hingga Satgas Operasi Damai Cartenz mengungkap fakta terbaru di balik kejadian itu.

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kami menyimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Bakusip," ungkap Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz Kombes IGG Era Adinata dalam keterangannya, Sabtu (4/7).

Hal itu terungkap setelah dilakukan serangkaian penyelidikan melalui pemeriksaan saksi, wawancara, pengumpulan informasi, serta pemantauan media sosial. KKB Bakusip merupakan kelompok baru di bawah pimpinan Mbalingga.

"Kelompok ini merupakan kelompok baru yang dipimpin oleh M. Mbalingga. Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo," paparnya.

Kendati begitu, hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak didalami oleh penyidik Satgas Operasi Damai Cartenz. Apalagi Elkius sempat mengklaim bertanggung jawab dalam insiden itu.

"Sesaat setelah kejadian, M Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tidak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa," ucap Era.

Namun dari hasil penelusuran lebih lanjut, Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan penyerangan pesawat AMA diotaki KKB Bakusip pimpinan Mbalingga. Hal ini diperkuat dari hasil identifikasi foto pelaku di lokasi kejadian.

"Kami memperoleh dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar. Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga," paparnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan pelaku masih dalam pengejaran. Pihaknya juga menyelidiki senjata api yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksi kejahatannya.

Kondisi Memprihatinkan Pilot Pesawat AMA

Pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dengan nomor registrasi PK-RCY dibakar kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Foto: dok istimewa

Jenazah pilot pesawat PT AMA telah menjalani visum di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Jayapura pada Jumat (3/7) malam. Hasil visum menunjukkan kondisi jenazah Captain Nicholas F Goselin dalam kondisi memprihatinkan lantaran tubuh dipenuhi luka.

"Terdapat luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan daerah sekitar telinga kanan, luka lecet pada sisi kanan kepala, patah tulang rahang atas kiri dan kanan," ungkap Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua, dr. Rommy Sebastian dalam keterangannya.

Selain itu ditemukan patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan benda tumpul. Tim medis juga mengungkap adanya luka tembak pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal seketika.

"Ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound), yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit," terangnya.

Menurut Rommy, jalur peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan. Peluru tersebut menyebabkan patah tulang maksila atau tulang pipi sebelah kanan.

"Pemeriksaan radiologi (X-ray) menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak. Pemeriksaan ini dilakukan karena kami tidak melaksanakan autopsi dalam, melainkan hanya pemeriksaan luar yang didukung foto rontgen," papar Rommy.

"Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death," tambahnya.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Kasus Penyekapan Jakpus-Nadiem Divonis 10 Tahun Bui"


(sar/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork