Antisipasi Kekeringan, Walkot Kendari Cek Debit Air di Anggoeya

Irwan Mubaraq - detikSulsel
Senin, 19 Okt 2026 14:05 WIB
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengecek debit air di instalasi pengambilan air (intake) Anggoeya, Kota Kendari. Foto: (dok. istimewa)
Kendari -

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengecek debit air di instalasi pengambilan air (intake) Anggoeya, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pengecekan untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang diprediksi berlangsung hingga November 2026.

"Informasi dari BMKG menyebutkan kondisi kekeringan di Kota Kendari diprediksi terjadi sampai November. Karena itu, kami melakukan upaya mitigasi dengan mengecek langsung debit air di WTP Anggoeya untuk memastikan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat," ujar Siska dalam keterangannya, Senin (19/10/2026)

Peninjauan tersebut berlangsung pada Senin (19/10) setelah Pemerintah Kota Kendari menerima informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi kondisi kering hingga November mendatang.

Siska mengatakan pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak dini agar kondisi tersebut tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memeriksa langsung kondisi sumber air dan mengevaluasi pengelolaannya.

Menurutnya, kondisi sumber air di Anggoeya, saat ini masih relatif lebih baik. Namun, upaya peningkatan pengelolaan air baku tetap diperlukan agar pelayanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

"Potensinya masih bisa dikatakan lebih baik, tetapi kita masih membutuhkan tambahan formula agar lebih efektif dan bisa menambah jumlah pelanggan yang mendapatkan pelayanan air bersih," kata Siska.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengecek debit air di instalasi pengambilan air (intake) Anggoeya, Kota Kendari. Foto: (dok. istimewa)

Siska mengatakan kebutuhan air bersih perlu menjadi perhatian seiring bertambahnya jumlah pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Anoa. Pemerintah harus memastikan kapasitas pelayanan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama saat menghadapi potensi kekeringan.

Untuk menindaklanjuti hasil peninjauan tersebut, Siska meminta Direktur Perumda Air Minum Tirta Anoa berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Koordinasi dilakukan untuk menyusun langkah teknis sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Selain itu, Pemkot Kendari akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan pihak terkait lainnya untuk memaksimalkan upaya pemenuhan kebutuhan air bersih.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengecek debit air di instalasi pengambilan air (intake) Anggoeya, Kota Kendari. Foto: (dok. istimewa)

Siska yang juga menjabat Ketua Komisariat Wilayah VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menegaskan penanganan kebutuhan air bersih membutuhkan perencanaan yang matang. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan untuk menghadapi kondisi cuaca saat ini, tetapi juga untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan air seiring bertambahnya pelanggan.

Pemkot Kendari berharap langkah mitigasi tersebut dapat meminimalkan dampak kekeringan terhadap pelayanan air bersih. Hasil peninjauan akan ditindaklanjuti bersama instansi terkait untuk menentukan langkah yang diperlukan dalam menjaga ketersediaan air baku dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.



Simak Video "Video: 10 Wilayah Tertinggi Kekeringan, Kabupaten di Pulau Jawa Mendominasi"

(asm/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork