Benarkah Kesadaran Manusia Bisa Lepas dari Tubuh? Studi Ini Ungkap Jawabannya

Tim detikEdu - detikSulsel
Jumat, 09 Okt 2026 20:00 WIB
Ilustasi mimpi (Foto: iStock)
Jakarta -

Para peneliti dari University of Virginia mengkaji kemungkinan kesadaran seseorang terpisahkan dari tubuhnya. Meski penelitian tersebut belum memberikan kesimpulan pasti mengenai hal itu, para peneliti menemukan temuan lain yang cukup menarik dari eksperimen yang dilakukan.

Dilansir dari detikEdu, penelitian bertajuk Out-of-Body Experiences tersebut menggunakan sebuah tes untuk mengetahui apakah ada partisipan yang pernah mengalami pengalaman di luar tubuh. Dalam pengujian, mereka diminta mengidentifikasi objek yang berada di ruangan lain tanpa mengetahui kondisi di dalam ruangan tersebut.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Explore pada 12 Agustus 2026 menunjukkan, beberapa partisipan mampu menggambarkan kondisi para peneliti yang berada di ruangan terpisah. Padahal, partisipan berada di ruang yang berbeda dengan peneliti.

Dua Partisipan Beri Deskripsi yang Menarik

Penelitian yang berlokasi di Brasil ini melibatkan setidaknya 21 partisipan untuk mengidentifikasi objek acak di layar laptop yang terletak di ruangan lain. Dari seluruh peserta, 13 di antaranya dapat mendeskripsikan gambar di laptop. Dari 13 partisipan, 10 di antaranya melaporkan pengalaman keluar dari tubuh, sedangkan tiga lainnya mengaku tidak mengalami keluar tubuh.

Tiga partisipan memang tidak melaporkan adanya pengalaman kesadaran keluar dari tubuh. Namun, mereka mengaku mampu mengetahui gambar yang ditampilkan di layar laptop dengan membayangkannya dalam pikiran.

Sementara itu, deskripsi dari 13 partisipan tersebut tidak menunjukkan tingkat ketepatan yang lebih tinggi dibandingkan tebakan acak. Dengan demikian, penelitian ini belum mengetahui bukti yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar dapat melihat gambar di layar laptop tersebut.

Tetapi, hal berbeda justru muncul setelah tes utama selesai. Ketika peneliti melakukan wawancara kepada para partisipan, dua dari 10 orang yang melaporkan pengalaman keluar dari tubuh memberikan deskripsi mengenai kondisi fisik peneliti yang berada di ruangan lain.

Partisipan pertama mengatakan terdapat dua peneliti di ruangan tersebut. Ia menggambarkan seorang peneliti berada di sisi kiri sambil melihat layar laptop, sedangkan peneliti lainnya berada lebih jauh di belakang dan sedang membaca buku.

Partisipan kedua juga memberikan gambaran mengenai posisi para peneliti. Ia menyebut seorang peneliti berada di sebelah kanan sambil mencatat, sementara peneliti lainnya berada di sebelah kiri depan laptop.

Menurut para peneliti, kedua partisipan tersebut seharusnya tidak dapat melihat kondisi ruangan lain. Menariknya, catatan dari tes sebelumnya menunjukkan bahwa kondisi yang mereka gambarkan memang sempat terjadi.

Meski sudah menjadi temuan yang sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut, para peneliti berpendapat bahwa hal tersebut bukan bagian dari hasil yang bisa diukur oleh studi ini. Artinya, temuan tersebut tidak dapat dianggap sebagai bukti konkret untuk pengalaman di luar tubuh atau Out of Body Experiences.

Meskipun belum dapat dijadikan bukti, Marina Weiler PhD dari Studi Persepsi di Fakultas Kedokteran University of Virginia mengatakan, temuan tersebut dapat menjadi bahan penting untuk diuji dalam penelitian selanjutnya.

"Kesimpulan terpenting adalah bahwa temuan yang tak terduga terkadang dapat membantu kita mengajukan pertanyaan yang lebih baik. Sekarang kita memiliki ide spesifik yang dapat diuji dalam eksperimen di masa mendatang, dan itulah yang seharusnya dilakukan sains," ujar Marina Weiler.

"Saya berharap temuan ini mendorong kita untuk berpikir lebih dalam tentang apa artinya bagi pemahaman kita tentang kesadaran dan, pada akhirnya, hakikat realitas. Jika penelitian menunjukkan bahwa orang dapat memperoleh informasi akurat yang tidak dapat mereka akses melalui indra biasa mereka, kita harus mempertimbangkan kembali beberapa asumsi kita tentang hubungan antara kesadaran, persepsi, dan dunia fisik," sambungnya.



Simak Video "Video: Ketua KPK Temui Kapolri, Ajak Tingkatkan Indeks Persepsi Korupsi"

(urw/urw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork