Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Tergantung di Toilet

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Senin, 21 Sep 2026 20:12 WIB
Lapas Kelas IIB Takalar. Foto: Reinhard Soplantila/detikSulsel
Takalar -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang warga binaan Lapas Kelas IIB Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berinisial AP (30), ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di toilet dalam blok hunian. Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Takalar Iptu Haryanto mengatakan, korban ditemukan oleh sesama warga binaan pada Senin (21/9) siang. Saat ditemukan, toilet dalam kondisi terkunci dari dalam sehingga dilakukan pendobrakan.

"Baik dapat kami jelaskan bahwa hari ini kami mendapatkan informasi dari Lapas Takalar adanya seorang warga binaan yang meninggal dunia yang diketahui gantung diri di toilet kamar binaan," ujar Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Haryanto kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Haryanto mengatakan, warga binaan tersebut menggunakan kain sarung untuk dililitkan di lehernya. Peristiwa itu diketahui saat beberapa rekan warga binaan korban mengetahui kamar mandi dalam keadaan terkunci dari dalam.

"Untuk saat ini diduga gantung diri bunuh diri dengan cara melilitkan kain panjang berupa seperti sarung ya, melilitkan di lehernya. Sehingga pada saat ditemukan rekan warga binaan pada pukul kurang lebih jam 12.00 Wita setelah salat zuhur itu ditemukan menurut informasi atau keterangan saksi-saksi yaitu kamar mandi terkunci dari dalam sehingga dilakukan pendobrakan," jelasnya.

Haryanto mengungkapkan korban merupakan warga asal Toraja yang berdomisili di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Korban diketahui tengah menjalani hukuman pidana selama 8 tahun dalam perkara kekerasan seksual.

"Ya betul, dia berasal dari Toraja sukunya tapi domisili di Kota Makassar, dia di Kota Makassar di Kecamatan Biringkanaya. Informasi yang kita terima, warga binaan tersebut tersandung kasus kekerasan seksual dengan vonis 8 tahun penjara," ungkapnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk warga binaan yang pertama kali menemukan korban dan petugas Lapas Takalar yang sedang piket saat kejadian.

"Sementara kami dalami kami masih memeriksa ataupun meminta keterangan saksi-saksi yang pertama kali melihat dan juga ada beberapa pegawai yang piket pada saat kejadian," jelas Haryanto.

Haryanto membeberkan, jenazah korban masih berada di Lapas Takalar sambil menunggu kedatangan pihak keluarga. Polisi menyebut keluarga korban sedang dalam perjalanan menuju Lapas Takalar.

"Masih ada di lapas (jenazah) sambil menunggu keluarga warga binaan tersebut almarhum informasi keluarga dari warga binaan tersebut dalam perjalanan ke lapas Takalar," pungkasnya.



Simak Video "Mengungkap Keahlian Membuat Kapal Phinisi di Tana Beru, Sulawesi Selatan"

(ata/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork