Tanggal 21 September Memperingati Apa? Ada 3 Hari Internasional

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Senin, 21 Sep 2026 06:30 WIB
Ilustrasi (Foto: Vladimir Sukhachev/Getty Images/iStockphoto)
Makassar -

Berbagai perayaan penting dan menarik dirayakan di berbagai belahan dunia setiap harinya. Termasuk hari ini, 21 September 2026.

Lantas, tanggal 21 September memperingati apa?

Berdasarkan laman National Today, setidaknya terdapat 3 perayaan Internasional yang jatuh pada tanggal 21 September tahun ini. Ketiga perayaan tersebut adalah Hari Perdamaian Internasional, Hari Alzheimer Sedunia, dan Hari Rasa Syukur Sedunia.

Setiap perayaan tentu menyimpan cerita yang berbeda-beda. Penasaran? Berikut ini detikSulsel telah merangkumnya untuk detikers.

Simak selengkapnya!

Hari Perdamaian Internasional

Hari Perdamaian Internasional diperingati sebagai salah satu upaya memperkuat cita-cita perdamaian. Melalui perayaan ini, masyarakat Dunia dan setiap negara didorong untuk berkomitmen pada non-kekerasan dan memupuk keharmonisan.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa awalnya menetapkan Selasa ketiga bulan September sebagai Hari Perdamaian Internasional di tahun 1981. Hari tersebut bertepatan dengan hari pembukaan sesi tahunan Majelis Umum.

Dua decade kemudian di tahun 2001, majelis memindahkan Waktu perayaannya menjadi tanggal 21 September setiap tahun. Terhitung sejak tahun 2002, tanggal 21 September tidak hanya menjadi momen peringatan Hari Perdamaian Internasional untuk membahas upaya menjaga perdamaian di Dunia.

Momen perayaan ini juga menjadi periode 24 jam gencatan senjata global dan tanpa kekerasan bagi kelompok-kelompok yang terlibat dalam pertempuran aktif.

Sebagian besar masyarakat telah hidup dalam damai hampir sepanjang waktu. Bahkan kemungkinan untuk meninggal dalam perang di masa saat ini sudah jauh lebih kecil jika dibandingkan orang tua atau kakek-nenek di masa terdahulu.

Sejak Perserikatan Bangsa-Bangsa berdiri dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dibentuk, pemerintah berkewajiban untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap orang. Pengecualian hanya berlaku bagi mereka yang bertindak untuk membela diri atau telah diizinkan oleh Dewan Keamanan PBB untuk bertindak.

Hari Alzheimer Sedunia

Tanggal 21 September juga menandai peringatan Hari Alzheimer Sedunia. Peringatan tersebut menjadi kampanye untuk menyatukan upaya global dalam meningkatkan kesadaran dan menantang stigma seputar penyakit Alzheimer.

Alzheimer merupakan suatu bentuk demensia yang memengaruhi ingatan dan mengganggu fungsi sehari-hari. Penyakit ini bertanggung jawab atas sekitar 60% hingga 80% kasus demensia.

Orang pertama yang mengidentifikasi penyakit ini adalah seorang psikiater Jerman bernama Alois Alzheimer yang namanya kemudian digunakan untuk menamai penyakit tersebut. Alois mendeteksi penyakit tersebut Ketika sedang merawat seorang wanita Jerman pada tahun 1901.

Alzheimer kerap dianggap sebagai penyakit keluarga karena dampaknya pada orang-orang terdekat penderita. Penyakit ini bahkan termasuk penyebab kematian utama di Amerika Serikat.

Hingga saat ini dokter belum menemukan tindakan pencegahan maupun obat untuk pengakit ini. Perkembangan penyakit ini juga disebut tidak dapat diperlambat.

Pada tahun 1984, didirikan Alzheimer's Disease International (ADI) yang bertugas mendukung para korban dan melakukan sosialisasi untuk mendidik masyarakat. Lembaga tersebut juga mendorong mempercepat kebijakan terkait penyakit Alzheimer.

ADI kemudian memperkenalkan Hari Alzheimer Sedunia di Edinburgh dalam konferensi tahunan mereka pada tanggal 21 September 1994. Penetapan tersebut menandai ulang tahun ke-10 mereka.

Lembaga ini bertanggung jawab mengkoordinasikan Hari Alzheimer Sedunia dan Bulan Alzheimer Sedunia di seluruh dunia. Mereka bekerja sama dengan organisasi dan asosiasi anggota untuk menyelenggarakan acara untuk mendorong kesadaran kolektif masyarakat terkait penyakit Alzheimer.

Hari Rasa Syukur Sedunia

Selain dua peringatan tersebut, tanggal 21 September juga ditandai sebagai Hari Rasa Syukur Sedunia. Peringatan ini mengajak kita untuk berhenti sejenak, menghargai berbagai berkah yang dimiliki, serta mengingat orang-orang yang memberikan arti dalam kehidupan kita.

Melalui peringatan ini, setiap orang didorong mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus menumbuhkan budaya saling menghargai dan berbuat baik. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan yaitu dengan meluangkan waktu menulis catatan terima kasih, memberikan pujian yang tulus, atau menjadi sukarelawan.

Bersyukur merupakan sebuah praktik yang bisa dilakukan oleh semua orang dan bisa menghadirkan dampak positif bagi kehidupan. Peringatan Hari Rasa Syukur Sedunia sendiri bermula dari tahun 1965 dan diciptakan oleh Sri Chinmoy yang merupakan seorang pemimpin spiritual dan guru meditasi.

Gagasan Chinmoy untuk menciptakan Hari Rasa Syukur Sedunia muncul saat makan malam Thanksgiving di ruang meditasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada agenda tersebut, Chinmoy mengusulkan ide hari libur rasa syukur global.

Tamu yang hadir dalam agenda makan malam tersebut berjanji untuk mengadakan acara di negara asal mereka setiap tahun pada hari libur tersebut. Setahun setelahnya, pada tahun 1966, banyak negara mulai merayakan Hari Syukur Sedunia tahunan pertama pada tanggal 21 September.

Sejak saat itu, Hari Rasa Syukur Sedunia telah dirayakan setiap tahun. Pada tahun 1977, sebuah kelompok pengikut Chinmoy yang mengelola ruang meditasi di markas besarnya di New York, meminta agar sebuah resolusi disahkan untuk mengakui Hari Syukur Sedunia.

Nah detikers, demikianlah daftar peringatan penting dan menarik yang dirayakan pada tanggal 21 September. Semoga bermanfaat, detikers!



Simak Video "Video: Inter Miami Ditahan Imbang San Diego, Messi Cetak Gol Lagi"

(urw/urw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork