Renungan Harian Katolik Jumat 11 September 2026: Bercermin Sajalah

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Jumat, 11 Sep 2026 07:00 WIB
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: pngfree)
Makassar -

Renungan Harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk meluangkan waktu sejenak, mendalami sabda Tuhan, dan merefleksikan berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan. Melalui renungan, umat diajak untuk melihat kembali sikap dan tindakan diri agar semakin mampu menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai iman.

Pada Jumat, 11 September 2026, renungan harian Katolik mengangkat tema "Bercermin Sajalah". Tema ini dapat menjadi ajakan untuk lebih mengenali diri, menyadari kekurangan, dan melakukan introspeksi sebelum menilai orang lain. Melalui refleksi tersebut, umat diharapkan dapat terus memperbaiki diri dan bertumbuh dalam iman.

Berikut renungan harian Katolik Jumat, 11 September 2026 lengkap dengan bacaan Kitab Suci yang dapat menjadi bahan permenungan hari ini.

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 11 September 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: 1 Kor 9:16-19.22b-27

Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.

Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.

Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3.4.5-6.12

Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!

Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela

Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!

Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu!

Bacaan Injil: Luk 6: 39-42

Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?

Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Renungan Hari Ini 11 September 2026: Bercermin Sajalah

"Mengapa engkau melihat serpihan kayu di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?" (Luk. 6:41)

Bacaan Injil hari ini, Lukas bab 6:39-42 mengungkap realita kehidupan manusia, yakni dalam hal menghakimi. Hal yang sering kali terjadi, sehingga nasihat agar jangan menghakimi selalu relevan untuk disampaikan.

Saat mengikuti Misa Jumat pertama, seorang pria muda tampak terburu-buru memasuki gereja dengan membawa 'gerendelan' yang super ribet. Tas kerja terselempang di pundak, tangan kanan kiri menenteng beberapa tas belanjaan yang tampak penuh.

Dia mengambil tempat duduk tepat di deretan sebelah kiri saya, berbeda lajur. Setelah duduk, wajahnya tampak lega.

Sejenak saya tersenyum. Pria itu mengingatkan pada diri sendiri. Saya sering kali harus membawa 'gerendelan' karena menggunakan transportasi umum.

Tak lama kemudian Misa dimulai. Di tengah khusyuknya Doa Syukur Agung, tiba-tiba terdengar bunyi dering telepon genggam.

Pria itu tetap khusyuk seperti tidak peduli. Seorang bapak yang duduk di belakangnya mulai terusik. "Matikan!" katanya.

Pria itu bergeming. Suara dering berhenti. Namun kemudian berdering kembali. "Matikan!!", kata bapak itu lebih tegas, sambil mendorong pundak pria itu dengan ujung jarinya. "Bukan saya punya!" jawab pria itu tak kalah tegas tanpa menengok.

Seorang gadis di depan pria itu dengan kikuk berbisik kepada ibunya yang berdandan rapi. Dengan tenang ibu tersebut membuka tasnya, mengeluarkan telepon genggam dan mematikan, lalu dengan anggun mengembalikannya ke dalam tas, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Saat salam damai, saya bertatap muka dengan pria itu, senyumnya teduh, dia juga memutar badan ke belakang ke arah bapak tersebut, tetap dengan senyum teduhnya.

Ia memilih untuk tidak marah atau dendam. Ia telah bercermin bahwa dalam situasi yang sama, ia pun bisa salah. Indahnya cermin ini. Saya kagum dengan sikapnya.

Dalam konteks lain, bisa saja kita mengalami hal serupa. Kita tidak pernah benar-benar tahu, apa yang sebenarnya terjadi dan dialami orang lain.

Maukah kita terlebih dahulu bercermin sebelum langsung menghakimi? Karena penghakiman itu, sebenarnya mencerminkan wajah kita sendiri.

Sumber: Renungan Tiga Titik
Oleh: Dika Alberto

Doa

Ya Bapa, izinkanlah roh kerendahan hati bersemayam dalam diri kami untuk menghalau segala keangkuhan dan meruntuhkan sikap merasa paling benar, sehingga kami lebih memilih bercermin daripada menghakimi. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Jumat, 11 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Tuhan Yesus memberkati!



Simak Video "Video: 1 Tahun Wafatnya Paus Fransiskus, Paus Leo Beri Penghormatan"

(urw/urw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork