Umat Islam di seluruh dunia akan kembali menyambut salah satu momentum penting bagi umat Islam, yakni Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan yang berkaitan dengan kelahiran Rasulullah SAW ini diperingati setiap 12 Rabiul Awal berdasarkan kalender Hijriah.
Dalam kalender Masehi, tanggal tersebut dapat jatuh pada waktu yang berbeda setiap tahunnya. Karena itu, perlu dilakukan konversi penanggalan Hijriah ke Masehi untuk mengetahui kapan Maulid Nabi SAW diperingati pada tahun 2026.
Untuk itu, berikut detikSulsel menyajikan informasi lengkap mengenai jadwal Maulid Nabi 2026, ketentuan libur, hingga makna peringatannya. Yuk, disimak!
Kapan Maulid Nabi 2026?
Berdasarkan konversi Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, Maulid Nabi SAW 12 Rabiul Awal 1448 H jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Tanggal tersebut juga sejalan dengan penanggalan yang digunakan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah dan ketetapan NU sama-sama menetapkan 12 Rabiul Awal 1448 H bertepatan dengan tanggal 25 Agustus 2026.
Maulid Nabi 25 Agustus 2026 Apakah Libur?
Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026 ditetapkan sebagai hari libur nasional. Ketentuan tersebut diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Peringatan Maulid Nabi SAW tidak diiringi dengan cuti bersama. Dengan demikian, libur dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW hanya berlangsung selama satu hari, yakni Selasa, 25 Agustus 2026.
Opsi Cuti Maulid Nabi SAW 2026
detikers yang ingin menikmati libur lebih panjang pada momen tersebut, dapat memanfaatkan satu hari jatah cuti tahunan pada Senin, 24 Agustus 2026. Jika mengambil cuti pada hari tersebut, periode libur Maulid Nabi SAW 2026 dapat berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai tanggal 22-25 Agustus 2026.
Berikut rinciannya agar lebih jelas:
- Sabtu, 22 Agustus 2026: Libur akhir pekan
- Minggu, 23 Agustus 2026: Libur akhir pekan
- Senin, 24 Agustus 2026: Opsi cuti tahunan
- Selasa, 25 Agustus 2026: Libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW
Mengapa Umat Islam Merayakan Maulid Nabi SAW?
Dilansir dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), merayakan Maulid Nabi SAW menjadi salah satu bentuk syukur setiap muslim kepada Allah SWT atas kehadiran Rasulullah SAW. Kelahiran Nabi SAW menjadi nikmat dan rahmat besar yang Allah anugerahkan kepada umat Islam.
Rasulullah SAW membawa ajaran yang menjadi jalan bagi umat manusia untuk mengenal Allah SWT, satu-satunya Tuhan yang wajib disembah. Melalui Rasulullah SAW pula, umat Islam mengenal Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah SWT.
Selain sebagai bentuk syukur, perayaan Maulid Nabi SAW juga menjadi wujud kecintaan umat Islam kepada insan yang paling mulia, Baginda Rasulullah SAW. Momentum ini menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk terus menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang juga begitu mencintai umatnya.
Salah satu bukti kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya terdapat dalam sabdanya berikut:
لِكُلّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ، فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِيْ شَفَاعَةً لِأُمَّتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Artinya: "Setiap nabi memiliki kesempatan berdoa yang dikabulkan, maka semua nabi meminta segera dengan doanya, dan aku simpan doaku sebagai syafa'at untuk ummatku di hari kiamat." (HR Muslim)
Makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Melansir laman resmi Kemenag, peringatan Maulid Nabi Muhammad bukan sekadar mengenang momen kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghayati ajaran, konsepsi, dan syariat yang ia sampaikan kepada umatnya. Peringatan ini mengajak kembali umat Islam untuk mempertegas komitmen dalam meneladani Rasulullah SAW dan menerapkan ajarannya pada kehidupan sehari-hari.
Makna tersebut juga dapat diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama dengan menebarkan rahmat, kasih sayang, kedamaian, dan kesejahteraan. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui berbagai aksi kemanusiaan yang membantu menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih aman dan harmonis.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi SAW tidak berhenti sebagai perayaan, tetapi juga menjadi pengingat untuk menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan. Hal ini dapat dilakukan dengan terus meneladani Rasulullah SAW serta menghadirkan ajarannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Demikianlah informasi mengenai jadwal Maulid Nabi 2026, ketentuan libur, serta makna peringatannya. Semoga bermanfaat ya, detikers!
Simak Video "Malam Penghargaan detiktimur Awards 2026"
(urw/urw)