Tanggal 10 Juli 2026 Memperingati Apa? Ada 3 Momen Penting dan Menarik

Iswandy Rusli - detikSulsel
Jumat, 10 Jul 2026 07:30 WIB
Foto: detikSulsel
Makassar -

Tanggal 10 Juli ada peringatan apa saja? Ternyata, di tanggal ini terdapat beberapa momen penting dan menarik yang diperingati di berbagai belahan dunia.

Mengetahui peringatan di tanggal-tanggal tertentu seperti hari ini, 10 Juli 2026, bukan sekadar menambah wawasan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah, menjaga kedamaian, serta meningkatkan kesadaran sosial.

Nah, bagi detikers yang penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa saja hari peringatan di tanggal 10 Juli 2026, berikut ini detikSulsel sajikan informasi lengkapnya yang dilansir dari laman National Today.

Hari Kemerdekaan Bahama

Hari Kemerdekaan Bahama diperingati setiap 10 Juli untuk mengenang lepasnya negara tersebut dari kekuasaan Britania Raya. Pada tanggal ini di tahun 1973, Pangeran Charles secara resmi menyerahkan kekuasaan, menandai berdirinya Persemakmuran Bahama sebagai negara yang sepenuhnya merdeka.

Sejarah Kepulauan Bahama bermula ketika suku Lucayan mulai mendiami kepulauan tersebut sekitar tahun 500-800 Masehi. Suku Lucayan merupakan cabang dari bangsa Taino yang berasal dari wilayah Karibia.

Selama berabad-abad, suku tersebut hidup tanpa campur tangan bangsa asing. Hingga pada tahun 1492, penjelajah Christopher Columbus tiba di kepulauan itu, disusul oleh kapal-kapal Spanyol.

Bangsa Spanyol kemudian memperbudak penduduk asli, sehingga populasi di kepulauan tersebut terus menyusut hingga akhirnya pulau-pulau itu nyaris tidak berpenghuni pada tahun 1513. Pemukim Inggris mulai menetap di Bahama pada 1648.

Perairan Bahama yang dangkal menyulitkan kapal-kapal besar untuk berlayar, tetapi justru memudahkan kapal-kapal kecil melintas. Kondisi geografis ini dimanfaatkan oleh para bajak laut, sehingga Bahama berkembang menjadi salah satu markas utama mereka.

Kota Nassau di Pulau New Providence menjadi pusat konfederasi bajak laut antara tahun 1706 hingga 1718. Inggris kemudian mengambil tindakan tegas dan menjadikan Bahama sebagai koloni pada 1718.

Gelombang migrasi kembali terjadi setelah berakhirnya Perang Revolusi Amerika. Ribuan warga Amerika yang tetap setia kepada Kerajaan Inggris memperoleh hibah tanah di Bahama dan menetap di sana.

Mereka juga membawa pekerja paksa serta mendirikan perkebunan. Akibatnya, populasi Bahama didominasi oleh orang-orang Afrika yang diperbudak.

Setelah perbudakan dihapuskan, Bahama menjadi tempat perlindungan bagi para budak yang telah dibebaskan. Kini, sekitar 90 persen penduduk Bahama merupakan keturunan Afro-Bahama.

Bahama akhirnya meraih kemerdekaan pada 1973 di bawah kepemimpinan Sir Lynden O Pindling, yang kemudian dikenal sebagai "Bapak Bangsa" karena perannya yang sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan negara tersebut. Setelah kemerdekaan, Ratu Elizabeth II tetap menjadi kepala negara Bahama sebagai ratu dalam sistem monarki konstitusional di bawah Persemakmuran.

Hari Kemandirian Energi Global

Tanggal 10 Juli juga diperingati sebagai Hari Kemandirian Energi Global. Hari peringatan ini menjadi momentum untuk mendorong dunia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Diketahui bahwa energi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Pada masa prasejarah, manusia belum membutuhkan energi dalam jumlah besar. Sebagian besar energi yang digunakan hanya untuk menopang fungsi tubuh.

Kebutuhan energi mulai meningkat setelah manusia menemukan api. Saat itu, bahan bakar yang digunakan masih sederhana, mudah diperoleh, dan tersedia secara alami.

Seiring perkembangan peradaban, kebutuhan energi pun terus bertambah. Berbagai penemuan mendorong manusia mencari sumber energi baru. Ketika pelayaran mulai berkembang, tenaga angin dimanfaatkan untuk menggerakkan kapal. Setelah itu, minyak alami mulai digunakan sebagai bentuk awal bahan bakar cair.

Memasuki era industri, kebutuhan akan sumber energi yang mampu menghasilkan daya besar semakin mendesak. Batu bara kemudian menjadi bahan bakar utama, disusul oleh minyak bumi. Pada Abad Pertengahan hingga awal era industri modern, batu bara menjadi tulang punggung penggerak kota-kota dan berbagai sektor industri. Namun, pembakaran batu bara juga menimbulkan polusi yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Kondisi tersebut mendorong pencarian sumber energi yang lebih bersih. Saat ini, teknologi telah memungkinkan pemanfaatan energi terbarukan yang berasal dari angin, sinar Matahari, air, dan berbagai sumber daya alam lainnya. Meski demikian, kapasitas energi yang dihasilkan masih belum cukup untuk sepenuhnya menggantikan penggunaan bahan bakar fosil.

Meski telah banyak kemajuan, teknologi pemanfaatan energi terbarukan masih terus dikembangkan agar mampu memenuhi kebutuhan energi dunia. Oleh karena itu, Hari Kemandirian Energi Global menjadi pengingat akan pentingnya inovasi dan pengembangan teknologi energi bersih.

Menyadur National Day Calendar, pada 2006 Michael D Antonovich menetapkan 10 Juli sebagai Hari Kemandirian Energi Global. Saat itu, Antonovich menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Kabupaten Los Angeles (Los Angeles County Board of Supervisors).

Pemilihan tanggal 10 Juli bertepatan dengan hari kelahiran Nikola Tesla, yang lahir pada 10 Juli 1856. Tesla merupakan penemu dan insinyur keturunan Serbia yang lahir di wilayah yang kini menjadi Kroasia.

Ia dikenal melalui berbagai terobosan penting di bidang tenaga listrik, termasuk pengembangan sistem arus bolak-balik (AC) yang menjadi dasar distribusi listrik modern. Berbagai penemuannya turut membuka jalan bagi perkembangan teknologi energi dan mendorong lahirnya inovasi dalam pemanfaatan berbagai sumber energi di kemudian hari.

Matariki

Matariki merupakan perayaan Tahun Baru Māori yang diperingati setiap tahun di Selandia Baru. Tanggal perayaan Matariki ditentukan berdasarkan Maramataka, yaitu kalender lunar tradisional Māori, serta kemunculan gugusan bintang Pleiades di langit sebelum fajar. Berdasarkan jadwal Matariki Festival 2026, perayaan tahun ini jatuh pada Jumat, 10 Juli.

Matariki sendiri merupakan sebutan gugusan bintang Pleiades dalam bahasa Māori, yang dalam astronomi Barat juga dikenal sebagai Messier 45 (M45). Kata Matariki merupakan bentuk singkat dari frasa "Ngā mata o te ariki o Tāwhirimātea", yang berarti "mata-mata dewa Tāwhirimātea", dewa angin dan cuaca dalam mitologi Māori.

Munculnya gugusan bintang Matariki di cakrawala menjadi penanda dimulainya tahun baru bagi masyarakat Māori. Secara tradisional, perayaan ini digunakan untuk mengamati posisi dan kecerahan bintang sebagai dasar memprediksi hasil panen, mengenang para leluhur yang telah wafat, serta mempersembahkan makanan sebagai ungkapan syukur. Matariki juga menjadi kesempatan untuk mewariskan pengetahuan, cerita, dan nilai-nilai tentang hutan serta alam kepada generasi muda.

Karena berlangsung pada musim dingin, pengamatan Matariki biasanya dilakukan selama tiga hingga empat malam agar gugusan bintang dapat terlihat dengan jelas. Setelah bintang tampak, rangkaian perayaan pun dimulai. Kecerahan bintang dipercaya menjadi pertanda bagi musim tanam yang akan datang. Semakin terang cahaya bintang, semakin hangat musim yang diperkirakan akan terjadi sehingga hasil panen diyakini akan melimpah. Sebaliknya, jika bintang tampak berkelap-kelip, hal itu dianggap sebagai pertanda cuaca yang kurang baik.

Salah satu tradisi penting dalam Matariki adalah te taki mōteatea, yaitu upacara mengenang mereka yang telah meninggal sejak kemunculan Matariki pada tahun sebelumnya. Upacara ini diisi dengan nyanyian ratapan, tangisan, serta penyebutan nama-nama orang yang telah wafat. Selain itu, masyarakat juga mempersembahkan makanan kepada gugusan bintang sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan.

Memasuki abad ke-19, perayaan Matariki mulai jarang dilakukan seiring menurunnya praktik budaya tradisional Māori. Namun, tradisi ini kembali dihidupkan pada akhir abad ke-20. Pada tahun 2000, Te Rangi Huata, perwakilan dari suku Ngāti Kahungunu, menyelenggarakan Festival Matariki tahunan yang dihadiri sekitar 500 orang.

Sebagai bentuk pengakuan terhadap pentingnya warisan budaya Māori, pemerintah Selandia Baru kemudian menetapkan Matariki sebagai hari libur nasional, yang pertama kali diperingati secara resmi pada 24 Juni 2022. Kini, tanggal perayaannya berubah setiap tahun karena mengikuti kemunculan gugusan bintang Matariki, yang umumnya jatuh pada akhir Juni hingga pertengahan Juli.



Simak Video "Video: Detik-detik Marco Bezzecchi Crash di MotoGP Belanda 2026"

(alk/alk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork