Setiap tanggal dalam kalender menyimpan berbagai momen penting yang diperingati di berbagai belahan dunia. Tak terkecuali 3 Juni 2026 yang bertepatan dengan sejumlah peringatan nasional maupun internasional yang memiliki makna dan sejarah tersendiri.
Pada tanggal 3 Juni 2026, terdapat sedikitnya empat peringatan yang menarik untuk diketahui. Di Indonesia, masyarakat memperingati Hari Pasar Modal Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Bogor. Sementara di tingkat internasional, terdapat peringatan Hari Lari Sedunia (Global Running Day) dan Hari Sepeda Sedunia (World Bicycle Day).
Masing-masing peringatan tersebut lahir dari latar belakang dan tujuan yang berbeda. Nah, simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Hari Pasar Modal Indonesia
Pasar Modal Indonesia, yang kini dikenal sebagai Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX), merupakan sarana yang mempertemukan perusahaan yang membutuhkan pendanaan dengan investor yang ingin menanamkan modalnya melalui berbagai instrumen investasi.
Dalam sistem ini, perusahaan bertindak sebagai pihak yang menawarkan efek atau saham, sedangkan investor berperan sebagai pihak yang membeli dan berinvestasi pada perusahaan tersebut.
Melansir laman resmi IDX, pasar modal di Indonesia telah dimulai sejak masa kolonial Belanda. Pasar modal pertama kali didirikan pada tahun 1912 di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk mendukung kepentingan ekonomi kolonial, termasuk aktivitas perdagangan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).
Perjalanan pasar modal Indonesia tidak selalu berjalan mulus. Aktivitasnya sempat mengalami beberapa kali penghentian akibat berbagai peristiwa, seperti Perang Dunia, perubahan pemerintahan dari Belanda ke Indonesia, hingga kondisi ekonomi dan politik yang terjadi pada masa itu.
Setelah sempat vakum, pemerintah Indonesia kemudian mengaktifkan kembali pasar modal nasional. Momentum penting tersebut terjadi pada 3 Juni 1977 ketika pasar modal resmi dibuka kembali dan mulai berkembang pesat.
Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Pasar Modal Indonesia yang diperingati setiap tahun untuk mengenang tonggak kebangkitan pasar modal nasional.
Hari Jadi Bogor ke-544
Tanggal 3 Juni 2026 menjadi momen istimewa bagi masyarakat Kabupaten Bogor karena bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Barat ini ibu kotanya adalah Cibinong dan menjadi salah satu daerah dengan sejarah panjang sejak masa Kerajaan Pajajaran.
Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Bogor, tanggal 3 Juni dipilih sebagai hari jadi daerah karena bertepatan dengan peristiwa penobatan Sri Baduga Maharaja sebagai Raja Pajajaran pada 3 Juni 1482. Peristiwa tersebut dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah berdirinya Bogor.
Asal-usul nama Bogor sendiri memiliki beberapa versi. Ada yang menyebut berasal dari kata "Buitenzorg", nama yang diberikan pemerintah kolonial Belanda untuk wilayah tersebut.
Pendapat lain menyatakan nama Bogor berasal dari kata "Bahai" yang berarti sapi, merujuk pada keberadaan patung sapi di kawasan Kebun Raya Bogor. Sementara versi lainnya menyebut nama Bogor berasal dari kata "bokor", yang berarti tunggul pohon enau atau kawung.
Dalam catatan sejarah, nama Bogor juga pernah muncul dalam istilah Hoofd Van de Negorij Bogor yang berarti Kepala Kampung Bogor. Kampung tersebut berada di kawasan yang kini menjadi Kebun Raya Bogor dan mulai dibangun sejak tahun 1817 oleh CGK Reinwardt.
Selanjutnya, pada tahun 1745, Gubernur Jenderal Gustaf Willem Baron van Imhoff mengembangkan wilayah tersebut hingga menjadi pusat permukiman yang terus berkembang dan menjadi cikal bakal masyarakat Kabupaten Bogor saat ini.
Seiring perkembangan zaman, pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dipindahkan ke Cibinong berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982. Sejak tahun 1990, aktivitas pemerintahan Kabupaten Bogor secara resmi dipusatkan di kawasan tersebut.
Pada peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor mengusung tema "Bergerak Serempak, Nyata Berdampak". Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan perayaan yang berlangsung dari 10 Mei hingga 29 Juni 2026.
Rangkaian perayaan dimulai pada 10 Mei 2026 melalui kegiatan Bogorun di Taman Budaya Sentul yang dilepas langsung oleh Bupati Bogor. Selain itu, salah satu agenda unggulan yang menjadi sorotan adalah upaya pemecahan rekor MURI melalui program Gelar Pelayanan Publik 100 Jam Non-Stop.
Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari berturut-turut, mulai 18 hingga 22 Mei 2026, dengan Mal Pelayanan Publik (MPP) beroperasi tanpa henti untuk memberikan layanan kepada masyarakat.
Hari Lari Sedunia
Selain peringatan nasional di Indonesia, tanggal 3 Juni 2026 juga bertepatan dengan peringatan Hari Lari Sedunia atau Global Running Day. Peringatan ini dirayakan setiap tahun pada Rabu pertama di bulan Juni untuk mengajak masyarakat di seluruh dunia lebih aktif bergerak melalui olahraga lari.
Melansir National Today, peringatan ini bermula dari Hari Lari Nasional (National Running Day) yang pertama kali digelar di Amerika Serikat pada 2009. Seiring meningkatnya antusiasme masyarakat, perayaan tersebut berkembang menjadi Hari Lari Sedunia yang pertama kali diselenggarakan pada 1 Juni 2016.
Pada perayaan perdana tersebut, lebih dari 2,5 juta pelari dari 177 negara ikut berpartisipasi. Secara keseluruhan, para peserta mencatatkan jarak tempuh sekitar 9,2 juta mil.
Hari Lari Sedunia bertujuan mendorong semua orang untuk menjadikan lari sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, olahraga lari juga diketahui dapat membantu menjaga kesehatan mental, mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, serta menekan tingkat kecemasan.
Perayaan Hari Lari Sedunia pada 2020 berlangsung dengan suasana berbeda akibat pandemi COVID-19. Berbagai kegiatan lari massal yang biasanya digelar secara langsung terpaksa dibatalkan atau dibatasi.
Sebagai gantinya, banyak peserta mengikuti acara secara virtual, termasuk melalui kampanye media sosial seperti yang mengajak masyarakat tetap aktif berolahraga dari lokasi masing-masing.
Hari Sepeda Dunia
Selain Hari Lari Sedunia, tanggal 3 Juni 2026 diperingati Hari Sepeda Sedunia. Melansir laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Peringatan ini ditetapkan oleh secara resmi oleh majelis umum PBB melalui resolusi A/RES/72/272.
Menurut PBB, sepeda memiliki banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat. Selain membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara, penggunaan sepeda juga mendukung terciptanya sistem transportasi yang lebih berkelanjutan.
PBB menetapkan 3 Juni sebagai Hari Sepeda Sedunia karena sepeda dinilai sebagai alat transportasi yang unik, serbaguna, dan telah digunakan selama lebih dari dua abad. Dengan biaya yang relatif murah serta dampak lingkungan yang minim, sepeda dianggap mampu mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat.
Sejalan dengan tujuan tersebut, Majelis Umum PBB pada 15 Maret 2022 juga mengadopsi resolusi yang mendorong integrasi penggunaan sepeda ke dalam sistem transportasi umum untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Resolusi tersebut menegaskan bahwa sepeda merupakan salah satu sarana transportasi yang dapat membantu mengurangi emisi karbon sekaligus mendorong pola konsumsi dan produksi yang lebih berkelanjutan.
Melalui peringatan Hari Sepeda Sedunia, PBB mengajak pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk semakin mempromosikan penggunaan sepeda dalam kehidupan sehari-hari. Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental, bersepeda juga dapat memperkuat inklusi sosial, mendukung pendidikan, serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
PBB juga mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan bersepeda di tingkat lokal maupun nasional sebagai upaya membangun budaya bersepeda dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Itulah ulasan daftar peringatan tanggal 3 Juni 2026. Semoga menambah wawasan ya, detikers!
Simak Video "Video Menkes Usul BPJS Fokus Kelas Bawah, Orang Kaya Pakai Asuransi Swasta"
(urw/urw)