Demo SPPG di DPRD Bulukumba Ricuh, Massa Ungkap Dugaan Mark Up di Dapur MBG

Nur Hidayat Said - detikSulsel
Sabtu, 28 Feb 2026 09:21 WIB
Demo terkait dugaan mark up di dapur MBG di Bulukumba berakhir ricuh. Foto: (dok. istimewa)
Bulukumba -

Aksi demonstrasi massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bulukumba di gedung DPRD Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir ricuh. Massa aksi menyoroti dugaan manipulasi anggaran atau mark up pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah setempat.

"Iya, di-up harganya (bahan pokok) baru bisa masuk ke dapur (Satuan Pelayanan Program Gizi/SPPG)," ujar Ketua PMII Bulukumba Syaibatul Hamdi kepada detikSulsel, Jumat (27/2/2026).

PMII mengklaim menemukan bukti percakapan terkait manipulasi harga bahan pokok secara sistematis antara supplier dan mitra pengelola. Bukti tersebut menunjukkan adanya perintah untuk menaikkan harga di nota pembelian dari harga aslinya sebelum masuk ke SPPG.

"Supplier menjawab (sampaikan ke mitra) kalau untuk masuk ke dapur itu bisa kasih harga Rp 3.700. Mitra sampaikan mereka bisa ambil asalkan tulis di nota seharga Rp 5.000," ungkap Syaibatul membeberkan bukti chat terkait harga tempe.

Dugaan mark up juga ditemukan pada komoditas beras dan daging ayam yang harganya dinaikkan di nota dibandingkan harga pasar. Bahkan, temuan di lapangan menunjukkan menu makan siang di salah satu sekolah yang seharusnya bernilai Rp 16.000, hanya terealisasi sekitar Rp 7.000.

"Kalau ayam biasanya ditulis di nota Rp 70.000, padahal di lapangan paling tinggi itu Rp 60.000," jelasnya.

Mahasiswa menuntut DPRD Bulukumba segera turun tangan melakukan evaluasi total terhadap seluruh mitra pengelola MBG. PMII mendesak pemberhentian koordinator wilayah (korwil) mitra yang dianggap tidak becus dalam mengawasi jalannya program ini.

"Korwil kan yang mengawasi semua SPPG ini di Bulukumba, sementara hari ini dia tidak ada perannya di situ sebagai korwil," tegas Syaibatul.

Diketahui, situasi di gedung DPRD Bulukumba, Jalan Sultan Hasanuddin, Jumat (27/2) siang, sempat memanas hingga terjadi aksi saling dorong antara massa dan aparat keamanan. Mobil pemadam kebakaran (damkar) bahkan diturunkan untuk menyemprotkan air ke arah massa aksi guna membubarkan massa.

"Iya, mulai dari prakondisi sampai berhenti aksi ditembak terus air pemadam," ungkap Syaibatul.



Simak Video "Video Prabowo: Anak-anak Harus Dapat Pendidikan yang Baik, MBG Saja Tak Cukup"

(asm/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork