Kolom ini membahas polarisasi politik dalam Pilpres Indonesia 2014 dan 2019, serta usulan sistem pemungutan suara berbasis prioritas untuk meredam perpecahan.
Desain sistem pemilu penting untuk dirumuskan untuk memberdayakan pemilih, menjauhkan dari politik uang dan menguatkan fungsi kelembagaan partai politik.
Dengan mempertimbangkan prinsip normatif dan temuan empiris tersebut, maka alasan transformasi perilaku memilih konsisten dengan langkah revisi UU Pemilu.
Pilpres Korsel diwarnai adu kesaktian dukun meramalkan pemenangnya, dengan salah satu dukun mengklaim mendapat penglihatan soal pemenangnya bertahun-tahun lalu.