Korea Utara menetapkan Kim Jong Un kembali sebagai Presiden. Proses pemilihan dinilai telah dirancang untuk legitimasi politik, dengan dukungan suara 99,93%.
Badan legislatif Korea Utara memilih kembali Kim Jong Un sebagai Presiden. Pemilihan ini dianggap terencana dan memberikan legitimasi politik kepemimpinannya.
Netanyahu mengungkapkan pembicaraan dengan Trump tentang potensi kesepakatan untuk melindungi kepentingan Israel dan serangan terhadap Iran dan Lebanon.