BNPT mengatakan mereka telah menemukan sebanyak 21 ribu konten bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang tersebar di media sosial sepanjang 2025.
Adrianus Meliala menyoroti ekstremisme sayap kanan sebagai motif ledakan bom di SMAN 72 Jakarta. Ia memperingatkan bahaya ideologi ini berkembang di Indonesia.
BNPT RI menemukan 21 ribu konten intoleransi dan radikalisme di internet pada 2025. Satgas Kontra Radikalisasi bertindak untuk memantau dan menindaklanjuti.