Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake mengumumkan keadaan darurat untuk menangani bencana banjir di negeri itu yang telah menewaskan setidaknya 334 oran
Orangutan betina bernama Sampurna pingsan akibat terpapar asap karhutla di Kalimantan Barat. Tim medis melakukan penyelamatan darurat untuk memulihkannya.